MUDIK LEBARAN 2013 : Dinas Perhubungan Kulonprogo Siapkan Rekayasa Jalur Mudik
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo, menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan arus mudik dan arus balik Lebaran 1434 Hijriah terutama jalur utama di wilayah itu.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Nugroho di Kulonprogo, Senin (22/7/2013) mengatakan rekayasa lalu lintas ini berupa jalur-jalur alternatif selain jalan utama Jogja-Purworejo.
"Kabupaten Kulonprogo itu bagian dari jaringan transportasi nasional dan regional. Oleh karena itu, kami menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan menyiapkan beberapa jalur alternatif untuk memecah konsentrasi jalur utama dan mengatasan kemacetan," kata Nugroho.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman arus balik dan mudik Lebaran 2012, kata dia, titik-titik kemacetan tersebar di sepanjang jalur dari Temon hingga Sentolo. Antara lain di Toyan dan Karangnongko di Kecamatan Wates), pasar tumpah belakang Terminal Wates serta simpang tiga Pasar sentolo.
Untuk memecah kemacetan, lanjutnya Dishubkominfo membuat jalur alternatif. Rekayasa pertama yakni jalur alternatif melalui jalur lintas selatan (JJLS) melalui rute Congot-Brosot-Galur-Bantul. Pada jalur utama selatan, kendaraan dari Purworejo bisa diarahkan ke jalur alternatif Toyan - Panjatan - Brosot - Pandak (Bantul)-Palbapang.
Sementara itu, untuk arus kendaraan jalur Magelang-Kulon Progo, pihaknya menyiapkan dua jalur alternatif. Yakni rute Klangon-Sentolo-Wates-Purworejo.
Kemudian rute dari utara ke selatan yakni Tempel - Sedayu - Sentolo - Wates - Perworejo.
"Kami sudah melakukan peninjauan lapangan ke jalur-jalur penting dalam melayani arus Lebaran nanti. Kami optimistis, rekayasa lalu lintas ini akan membantu menimalisir adanya antrean kendaraan," katanya.
Selain itu, ia mengatakan, Dishubkominfo melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terkait perbaikan ruas jalan, baik jalan utama Yogyakarta-Purworejo dan jalan kabupaten yang berlubang-lubang.
"Saat ini, DPU tengah mengebut perbaikan jalan. Untuk jalan utama milik negara sekarang masih digarap. Tinggal sedikit di dekat kantor Kecamatan Temon yang masih ada pekerjaan. Jalur selatan Daendels hanya tinggal pengurugan pinggiran jalan serta membuat marka," kata dia.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat, Dishubkominfo akan memasang rambu jalan di beberapa ruas jalur alternatif tersebut.
"Posisi rambu jalan dan penunjuk arah yang terlalu tinggi akan direndahkan supaya pengemudi kendaraan dan pengguna jalan bisa melihatnya dengan jelas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share