FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Harian Jogja.com, BANTUL - Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bantul, akan melakukan seleksi terhadap 1.393 tenaga honorer kategori 2 di daerah ini untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil.
Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Bantul Maman Permana, mengatakan seleksi tenaga honorer kategori 2 atau tenaga yang tidak dibiayai APBN/APBD itu menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat tentang penghapusan tenaga honorer.
"Pelaksanaan tes akan digelar sekitar minggu keempat bulan September 2013. Terkait pengumuman dan penggandaan soal, yang mengatur adalah pemerintah pusat, di daerah hanya menyiapkan penyelenggaraan," katanya, Rabu (23/7/2013).
Meski demikian, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi dari pemerintah pusat berapa kuota CPNS secara keseluruhan termasuk formasi yang dibutuhkan untuk dipenuhi tenaga honorer K2 dari Bantul.
"Koordinasi terakhir dengan pusat beberapa waktu lalu belum ada kepastian angkanya, berdasarkan pengalaman sebelumnya kuota CPNS diberitahukan dadakan, yang jelas seminggu sebelum tes sudah ditentukan," katanya.
Ia juga mengatakan, belum tentu semua tenaga honorer tersebut akan diangkat menjadi CPNS, karena tergantung keuangan negara dan analisis jabatan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Namun, katanya, dalam kebijakan tersebut, nantinya tenaga honorer berubah status menjadi tenaga kontrak kerja yang masa kerja dibatasi beberapa tahun, sesuai dengan perjanjian kontrak kerja di instansi atau dinas yang mempekerjakan.
Ia menyebutkan, dari sebanyak 1.393 tenaga honorer K2 itu terdiri dari tenaga pendidikan mulai dari guru hingga penjaga sekolah dan tenaga kesehatan serta tenaga laboratorium, namun sebagian besar pada guru SD sebanyak 567 guru.
"Harapan kami kuota dari pusat sesuai dengan kekurangan kebutuhan guru sekolah di Bantul, karena untuk menyiasati kekurangan guru kami masih kesulitan, tidak seperti tenaga teknis yang bisa dioptimalkan," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya terbantu dengan keluarnya kebijakan tersebut, karena selama ini status tenaga honorer tidak jelas, padahal sebagian besar tenaga honorer memiliki harapan untuk diangkat menjadi CPNS.
"Untuk perekrutan CPNS, Bantul belum bisa karena masih terikat kebijakan moratorium akibat masih tingginya belanja pegawai yang mencapai 67 persen. Ketentuan bisa merekrut CPNS, ketika sudah di bawah 50 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.