Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Buah impor berformalin ditemukan di Kulonprogo dalam operasi yang digelar Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY, Kamis (25/7/2013). Buah-buah tersebut diambil dari pedagang besar di Jogja.
Koordinator tim pengawas, Martini Lastianingsih menjelaskan dalam kegiatan itu petugas mengambil sepuluh sampel buah impor diantaranya pear, anggur, apel, jeruk sunkist, dan kelengkeng dari pedagang buah di depan Stasiun Wates.
"Setelah diperiksa, kadar formalin terlihat positif pada buah apel merah dan anggur,” katanya, usai kegiatan.
Dalam pengujian kandungan formalin menggunakan rapid test kit itu didapati buah anggur merah dan apel merah impor positif mengandung formalin, karena alat uji berubah warna menjadi ungu.
Kendati demikian, kata Martini, hasil uji itu baru secara kualitatif dan belum diketahui kuantitatifnya, sehingga akan diujikan lagi di laboratorium UGM yang telah terakreditasi.
Samirah,52, sang pedagang yang kedapatan menjual buah berformalin mengaku tidak tahu menahu karena ia membeli buah tersebut dari penyuplai di wilayah Kota Jogja.
"Tapi jenis buah itu memang lebih tahan lama, tidak cepat busuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.