Mengaku Miskin, Kades Ini Mengajukan Beasiswa untuk Anaknya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Seorang kepala desa di Gunungkidul mengaku miskin dan mengajukan beasiswa untuk dua anaknya yang bersekolah. Surat keterangan miskin itu ditandatanganinya sendiri.
Lasiyo, yang merupakan Kepala Desa Monggol Kecapatan Saptosari Gunungkidul mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Sekolah Dasar Negeri Trowono III, Gunungkidul, tempat dua anaknya bersekolah.
Kepala Sekolah, Mulyani mengatakan Lasiyo mengajukan dua SKTM, untuk anak yang duduk di kelas enam dan kelas tiga. Mulyani mengaku dilema lantaran jabatan Lasiyo yang seorang kepala desa. SKTM itu pun ditandatangani sendiri oleh Lasiyo.
Pada Rabu (24/7/2013) lalu, Mulyani bersama Komite Sekolah, Ngatijo, mengunjungi Lasiyo di kantor Pemerintah Desa Monggol, untuk diskusi soal beasiswa. Dalam pertemuan, Mulyani mengaku tidak berani memproses beasiswa itu karena khawatir menimbulkan kecemburuan sosial.
“Namun, Lasiyo tetap berkeras agar pengajuannya diproses,” ujar Mulyani, Kamis (25/7/2013).
Kades Monggol juga meminta sekolah untuk mengecek ke rumah. Diakui Mulyani, keluarga Lasiyo memiliki rumah sederhana, beranak lima dan memiliki dua mobil.
Saat dikonfirmasi, Lasiyo membenarkan soal pengajuan beasiswa. “Apa kalau jadi kepala desa itu tidak boleh miskin?” tuturnya.
Di rumah, sang kades antara lain memiliki mobil pikap. Menurut Lasiyo, kedua mobilnya sudah tidak bisa dioperasikan dan tidak dipajakkan lagi.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Supriyadi menilai SKTM yang diajukan Lasiyo itu lucu. “Apa benar ada kades yang semiskin itu?” tutur dia.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Gunungkidul Siswanto menambahkan setiap bulan kades mendapatkan penghasilan tetap Rp1,15 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share