Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Bantul membatasi pembelian Bahan Bakar Mesin (BBM) oleh pengecer guna menghindari adanya penimbunan.
Data Disperindagkop Bantul saat ini terdapat sekitar 2.500 pengecer yang tersebar di sejumlah wilayah di Bantul. Pengecer ini mendekatkan kebutuhan premium maupun solar ke masyarakat.
Pola pembelian BBM bagi kalangan pengecer dilakukan pembatasan dengan menggunakan kartu pengendali. Tujuannya, untuk membatasi pembelian pengecer guna menghindari padanya penimbunan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop Bantul Sahadi Suparjo membenarkan pemberlakukan sistem kartu pengendali bagi pengecer BBM.
"Kartu pengendali dimaksudkan bukan hanya untuk semata-mata pembatasan pembelian pengecer saja, melainkan juga pemerataan kebutuhan premium di seluruh Bantul," katanya, belum lama ini.
Ia menyebutkan pembatasan pembelian pengecer hanya 20 liter per hari. Artinya lain hari, atau setiap hari bisa tetap beli maksimal 20 liter.
"Ini positif untuk mengantisipasi kelangkaan BBM karena pihak SPBU dan pertamina lebih mudah mengecek pasokan tiap harinya,” papar Sahadi.
(JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.