Kasus Bocah SD di Sragen Diduga Pembunuhan, Polisi Selidiki TKP
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
http://images.harianjogja.com/2013/07/wpid-HON-Mubeng-Suwardjo.jpg">http://images.harianjogja.com/2013/07/wpid-HON-Mubeng-Suwardjo.jpg" />
Harianjogja.com, JOGJA - Mendekati lebaran masyarakat mulai ramai menyuci atau menyepuh perhiasannya terutama untuk perhiasan lapis emas.
"Mau lebaran begini sudah mulai ramai yang nyepuh emas, agar perhiasan uang sudah luntur karena dipakai setiap hari menjasi seperri baeu lagi," ujar Suwardjo salah satu pemiliki toko perhiasan emas dan lapis emas di pasar Beringharjo, Minggu (28/7/2013).
Suwardjo mengungkapkan sepanjang puasa ini perhiasan lapis emas semakin diminati. Apalagi untuk kalangan menengah ke bawah, perhiasan ini dapat menjadi pilihan ketika harga emas tinggi. Seperti tahun-tahun sebelumnya pengrajin sepuh emas selalu kebanjiran pesanan setiap jelang lebaran.
"Kalau sepuh emas lebih murah daripada harus beli emas. Untuk sepuh harganya cuma Rp20.000 sampai Rp75.000an," papar Suwardjo.
Apalagi sepuh emas tidak memakan waktu lama. Pengunjung pasar dapat sekalian berbelanja sambil menunggu perhiasannya disepuh emas. Dalam sehari Suwardjo dapat mengumpulkan omzet ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
"Sehari kalau cuma sepuh emas saja, rata-rata bisa sampai Rp1 jutaan," imbuh Suwardjo.
Selain sepuh emas, berbagai perhiasan lapis emas juga semakin diminati. Harganya pun relatif terjangkau berkisar Rp100.000 hingga ratusan ribu tergantung kadar emas yang melapisi perhiasannya.
Suwardjo juga menerima pengembalian perhiasan emas atau penjualan perhiasan emas. Bahkan untuk perhiasan lapis emas juga dapat dijual kembali di tokonya.
"Belum lama ini banyak yang mengembalikan. Di tempat saya menerima pengembalian, dengan potongan sepuluh persen. Tukar tambah potongan 50 persen," pungkas Suwardjo.
(JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
BPN Kulonprogo kembali membayar uang ganti rugi Tol Jogja-YIA pada Juni 2026. Sebanyak 149 bidang tanah di Pengasih menerima UGR dengan nilai mencapai Rp248,86
Harga Pertamax naik signifikan. Simak cara cek status barcode Pertalite secara online, penyebab pengajuan ditolak, dan fungsi barcode dalam Program Subsidi Tepa
UGM mulai menerapkan penjenuhan cairan basa dengan air kapur di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Metode ini ditujukan untuk menekan bakteri Clostridium.
Ingin anak lebih mandiri? Simak enam kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan orangtua setiap hari untuk menumbuhkan tanggung jawab dan rasa percaya diri anak.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan telah menerapkan metode bebas sangkar untuk ternak ayam mereka (cage free farm).