Rupiah Cetak Rekor Terlemah Pasar Waspadai Tembus Rp18.120
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membentuk tim untuk menangani pembelian rumah di Jalan Patangpuluhan 22, Wirobrajan yang konon pernah dipakai tempat persembunyian Soekarno, Presiden I RI. Rumah itu rencananya akan dipakai menjadi museum.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat menjelaskan setelah ada kepastian anggaran pembelian maka Pemda akan pembentukan tim yang terdiri dari badan pertanahan, pihak bank, dan sebagainya untuk menentukan harga yang pantas untuk pembelian rumah tersebut.
“Biasanya akan disesuaikan nilai objek wajib pajak dan harga pada umumnya. Diambil rata- ratanya,” ungkap Gusti Yudha, belum lama ini.
Sebelumnya, http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/29/rumah-bung-karno-pemda-diy-akan-beli-rumah-bung-karno-432296">Pemda DIY berniat membeli rumah cagar budaya tersebut setelah mendapatkan laporan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jogja yang melakukan pendataan rumah yang dijual senilai Rp29 miliar itu selama lima hari terhitung dari Kamis 18 Juli 2013 tersebut.
Tim mulai yakin rumah itu pernah disinggahi Bung Karno setelah menemukan referensi buku memoar Fatmawati berjudul : Catatan Kecil Bersama Bung Karno, yang diterbitkan oleh Sinar Harapan pada 1982.
Mengacu buku itu, kisah rumah Patangpuluhan itu tertuang dalam bab I halaman 135 tentang agresi militer Belanda pertama 1947.
Diceritakan, sekitar pukul 06.00 WIB, terdengar suara pesawat melintas di atas Gedung Agung Jogja, yang di dalamnya terdapat Soekarno beserta keluarga.
Karena dikhawatirkan Belanda akan menjatuhkan bom di Gedung Agung, Soekarno beserta keluarga dilarikan ke rumah seorang rekan insinyur. Insinyur itu dugaannya adalah Bandara Raden Kanjeng Tumenggung Purbodiningrat.
Kendati begitu, menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jogja, Budi Santoso, memoar itu belum dapat sebagai satu-satunya bukti yang menguatkan.
Lagi pula berapa lama proklamator itu berada di rumah tersebut belum terungkap. Sekalipun ahli waris mengatakan Bung Karno tinggal 40 hari.
“Butuh referensi lain untuk menguatkan bahwa bangunan itu pernah disinggahi Soekarno. Kami masih mencari referensi lainnya,” kata Budi.
Sejarahwan BPCB Jogja Prasetyo mengatakan dengan memoar tersebut setidaknya dapat menjadi petunjuk mendalami kisah rumah bersejarah yang dijual Rp29 miliar tersebut. “Bagaimana keputusan Bung Karno pindah ke Patangpuluhan itu perlu diperdalam,” tuturnya.
Hal lain yang diperlukan adalah pembuktian pelarian Bung Karno ke Madiun setelah dari rumah tersebut. Adanya pelaku sejarah yang masih hidup menurutnya sangat membantu untuk menguak secara lengkap peristiwa tersebut.
Di lain sisi, tim sekarang ini juga tengah menunggu upaya dari Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala untuk membujuk ahli waris agar mau mendaftarkan rumah tersebut sebagai rumah cagar budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Empat anggota TNI divonis penjara hingga 3 tahun atas penyiraman air keras ke Andrie Yunus, bukan operasi intelijen.
Desa Sejahtera Astra Desa Les di Buleleng, Bali Utara menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan lingkungan
Keterlibatan perempuan dalam birokrasi pemerintahan di tingkat kalurahan atau desa di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren yang sangat positif. Meski posisi po
Timnas Indonesia naik ke peringkat 118 FIFA usai kalahkan Oman dan Mozambik dalam FIFA Match Day Juni 2026.
Harga Pertamax naik ke Rp16.250, Pemkot Jogja siapkan operasi pasar dan sembako murah untuk jaga daya beli warga.