Rupiah Cetak Rekor Terlemah Pasar Waspadai Tembus Rp18.120
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Produksi cengkih di Pegunungan Menoreh Kabupaten Kulonprogo mengalami penurunan dari 1.039,73 ton menjadi 19,97 ton pada semester pertama 2013.
Kasi Produksi dan Perlindungan Dispertan Kulon Progo, Haryatno di Kulon Progo, Senin, mengatakan penurunan produksi karena pada 2012 baru saja panen raya cengkih lima tahunan.
"Hasil panen cengkih rata-rata per tahun, diluar panen raya sebanyak 350 ton. Tetapi semester pertama pada Januari hingga Juni baru baru mencapai 19,97 ton, tapi kami optimistis produksi cengkih akan meningkat pada September hingga November 2013," jelas Haryatno, Selasa (30/7/2013).
Ia mengatakan kecamatan penghasil cengkih yakni Samigaluh, Girimulyo, Kokap, sebagian Pengasih dan sebagian Kalibawang.
Untuk saat ini, luasan lahan cengkih di Kulon Progo seluas 2928 hektare yang tersebar di lima kecamatan tersebut.
Dia mengatakan Dispertan melakukan kegiatan intensifikasi tanaman cengkih pada 2012 seluas 340 hektare dengan bantuan bibit dan pupuk dari dana anggaran pendapatan dan belanja (APBD) kabupaten dan provinsi.
"Tapi pada 2013 tidak ada fasilitasi dari pemerintah. Meski demikian, kami berharap petani dapat menyisihkan keuntungan menjual cengkih untuk intensifikasi tanaman, supaya hasil produksi semakin meningkat," tuturnya.
Dia menuturkan harga cengkih ditingkat petani dan kelompok sangat fluktuatif. Harga cengkih basah berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram (kg), sedangkan cengkih kering berkisar Rp125 ribu hingga Rp135 ribu per kg.
"Kami mengimbau kepada petani dan kelompok untuk jual cengkih supaya petani mendapat keuntungan. Cengkih yang dijual langsung setelah panen, harganya rendah," ujarnya.
Ia mengatakan Kabupaten Kulonprogo merupakan penghasil cengkih terbesar di DIY.
"Kami akan terus mengupayakan produksi cengkih terus meningkat dan mempertahankan Kulon Progo sebagai penghasil cengkih terbesar di DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Pemda DIY lakukan efisiensi ketat usai BBM naik, mulai dari pembatasan kendaraan dinas hingga kebijakan WFH pegawai.
Wisata Jogja tetap diminati Gen Z dan milenial. DIY mencatat jutaan kunjungan dengan tren wisata hemat dan pengalaman autentik.
Sistem bansos digital 2026 mampu cek aset, gaji, dan listrik warga secara real-time, hasil langsung keluar dengan alasan transparan.
DIY meluncurkan Sikomhati.id untuk mencegah bullying dan cyberbullying di sekolah melalui literasi digital dan komunikasi hati.
Jadwal lengkap Piala Dunia 2026 pekan pertama, mulai Meksiko vs Afrika Selatan hingga big match Inggris vs Kroasia.