Truk Wing Box Oleng Picu Kecelakaan Beruntun di Ngawi
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pengendara yang melintas di wilayah Kulonprogo diminta mewaspadai adanya pasar tumpah yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kulonprogo menyebut, dari total 31 pasar, 15 pasar di antaranya berada di jalur mudik.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah, instansi itu akan menggandeng Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) menggelar operasi penertiban pasar.
Kepada Bidang Pasar Disperindag ESDM, Ahmad Syahrun menjelaskan penertiban pasar tumpah hanya menyasar pada pasar yang berada di lokasi yang tak jauh dari jalur mudik.
"Kami hanya prioritas di pasar yang lokasinya di area jalur mudik karena dapat menimbulkan kemacetan," ujar Syahrun kepada wartawan, Selasa (30/7/2013).
Dia menambahkan, tindakan untuk memulai penertiban akan dilakukan pada Kamis (1/8/2013) besok.
"Sudah mulai mendekati Lebaran pasti pembeli sudah mulai meningkat drastis. Imbasnya tentu saja bakal ada pedagang musiman yang akan berjualan meski tidak memiliki lapak resmi," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.
GAC mulai produksi AirCab, pesawat listrik tanpa pilot seharga Rp4,5 miliar. Disiapkan untuk wisata udara premium.
PSIM Jogja melepas Deri Corfe dan Ikhsan Chan usai musim 2025/2026. Langkah awal perombakan skuad untuk musim depan.
Jumlah siswa Sekolah Rakyat 2026 tembus 32 ribu. Pemerintah fokus tingkatkan akses pendidikan anak kurang mampu.
Pemerintah pastikan reformasi bansos tak mengurangi bantuan. Sistem digital disiapkan agar penyaluran lebih tepat sasaran.