Rupiah Cetak Rekor Terlemah Pasar Waspadai Tembus Rp18.120
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Harianjogja.com, JOGJA - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jogja masih menemukan jajanan atau makanan kering yang terindikasi menggunakan bahan tambahan berbahaya, yaitu Rhodamin B saat melakukan inspeksi mendadak di Terminal Giwangan, Selasa (30/7/2013).
"Dari pengamatan awal, makanan kering seperti lanting mengandung Rhodamin B atau pewarna tekstil karena memiliki warna merah yang cukup mencolok," kata Kepala Bidang Sertfiikasi dan Layanan Informasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jogja, Dyah Sulistyorini, usai sidak.
Makanan kering ini tersebar merata di hampir semua pedagang makanan di Terminal Giwangan,"
Menurut Dyah, petugas kemudian mengamankan makanan yang terindikasi mengandung Rhomadin B tersebut, dan meminta pedagang untuk tidak lagi menjual makanan tersebut.
"Tujuannya adalah pembinaan. Kami berharap, pedagang juga memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai bahan makanan yang sehat dan layak jual. Namun, petugas juga tidak akan segan membawa pedagang ke ranah hukum apabila tetap menjual makanan dengan tambahan bahan makanan berbahaya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.120 per dolar AS setelah mencetak rekor terendah. Investor mencermati risiko global dan domestik.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026. Pertamina sebut dampak ke masyarakat relatif terbatas.
Honor X80 Pro Max dikabarkan hadir dengan baterai 11.000 mAh, layar OLED 1,5K dan chipset Snapdragon terbaru.
KPK bantah isu yang kaitkan pimpinan dengan kasus BGN. Fitroh Rohcahyanto tegaskan tidak kenal tersangka.
Pemkab Batang targetkan ekonomi kreatif sumbang 30% pertumbuhan, KEK diminta dorong UMKM dan industri kreatif go global.
Nama Ketua DPRD Jateng viral dikaitkan kasus BGN, Sumanto tegas membantah dan minta publik tak mudah percaya.