Truk Wing Box Oleng Picu Kecelakaan Beruntun di Ngawi
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
Harianjogja.com, JOGJA–Protes keras sejumlah seniman terhadap pembangunan pendapa di depan Gedung Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl Sriwedani menemui hasil.
Pihak pengelola TBY akhirnya menghentikan pembangunan pendapa karena dinilai tidak mengakomodasi kepentingan seniman.
Keputusan itu ditetapkan pada Kamis (1/8/2013), pagi, kemarin setelah belasan seniman “Menggerudug” kantor TBY mempertanyakan maksud dan tujuan pembangunan pendapa itu.
Belasan seniman yang datang itu antara lain adalah Djaduk Ferianto, Heri Pemad (CEO Art Jog), Anggi Minarni, Yustina Neni (Ketua Yayasan Biennale), Agung Kurniawan. Mereka ditemui langsung oleh Kepala TBY, Dyah Tutuko Suryandaru beserta jajaranya termasuk pihak Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, sebagai penanggung jawab TBY.
Deni Suryanto, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Kebudayaan Provinsi DIY menyebutkan sebenarnya dalam proposal awal, rencana pembangunan itu berupa panggung terbuka. “Jujur saya agak kaget ternyata saat dibangun kok berbentuk pendapa,” katanya, Kamis (1/8/2013).
Menurut dia, pembangunan pendapa itu merupakan kebijakan Sukisno, Kepala TBY sebelum digantikan Dyah Tutuko Suryandaru pada Mei 2013 kemarin. Sukisno sendiri adalah seorang seniman karawitan sehingga diduga kuat pembangunan pendapa itu dilakukan untuk memenuhi hasrat Sukisno sebagai seniman karawitan.
Namun demikian, kata Deni setelah memperhatikan protes dari sejumlah seniman ia bersama pengelola TBY sepakat untuk menghentikan pembangunan pendapa.
“Tapi pembangunan pendapa itu harus diganti dengan pembangunan lainya soalnya anggaran revitaliasi sudah melalui kontrak dan tender,” ungkapnya.
Sesuai usulan, pada pertemuan itu ada seniman yang mengusulkan untuk dibuatkan kafe karena kafe yang yang ada di TBY saat ini kurang representatif. Kafe itu akan dibangun di lokasi berbeda dengan pendopo.
Menurutnya pembatalan pendapa itu mudah dilakukan karena pembangunan masih pada tahap awal. Terkait mekanisme pembatalan itu, pihak Dinas Kebudayaan Provinsi DIY nantinya akan menggelar pertemuan internal dengan pihak TBY dan pihak pengawas proyek.
“Dari pertemuan itu nanti kami membuat risalah bahwa pembangunan pendopo itu bermasalah” ungkap Deni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Operasi gabungan di Bantul amankan 1.560 batang rokok ilegal. Imogiri jadi lokasi temuan terbesar.