Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setahun tidak pulang, Susi Sunarti kaget melihat kondisi Gunungkidul saat ini.
Merantau di Lampung, Sabtu (3/8/2013) pekan kemarin dia tiba di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.
Melewati sejumlah wilayah sebelum sampai Wonosari, Susi mengaku kaget ketika mengetahui sudah banyak perubahan di kampung halaman.
“Gunungkidul banyak berubah,” begitulah kalimat yang terlontar dari Susi Sunarti, 24, begitu menginjakkan kakinya di Wonosari. Warga Dusun Kepek I ini mengaku perubahan yang ditunjukkan tempat kelahirannya, di setiap tahun, selalu membuat kagum.
Ibu satu anak ini menuturkan Gunungkidul menjadi semakin ramai. “Alun-alun Wonosari sekarang makin ramai. Banyak pedagang, ada persewaan sepeda modifikasi juga. Orang-orang yang berkumpul juga banyak,” papar dia kepada Harian Jogja, Sabtu.
Selain menjadi semakin ramai, ia menilai Gunungkidul mengalami kemajuan di beberapa sisi. Jalanan di Gunungkidul semakin bagus sehingga memudahkan perjalanan. Susi mengakui lebih menyukai kondisi tanah kelahirannya saat ini.
Sampai H-4 Lebaran, kemarin jumlah kendaraan yang masuk ke Gunungkidul mencapai angka lebih dari 20.000 unit. Kendaraan didominasi luar daerah seperti DKI Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah. Kendaraan yang tercatat dari Pos Pengamanan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kalipentung, Kecamatan Patuk, pada Minggu siang jumlah kendaraan mencapai 21.065 unit dengan jumlah penumpang diperkirakan lebih dari 50.000 orang.
“Rata-rata per jam kendaraan pribadi yang melintas mencapai 300 unit dan sepeda motor 200 unit,” kata petugas jaga Pos Pengamanan Kalipentung, Hendarman. Dia mengatakan jumlah itu belum terlalu signifikan. Diperkirakan akan ada lonjakan kendaraan yang masuk Gunungkidul pada H-3 dan H-2 Lebaran.
Kepala Satuan Tugas Kemanaan Keselamatan Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas Polres Gunungkidul Iptu Mustaqim menambahkan tim ganjal ban sudah mulai beroperasi.
Ada tiga kendaraan harus mendapatkan bantuan ganjal ban di Tikungan Slumprit, Patuk, atau tepatnya perbatasan Bantul-Gunungkidul. “Tadi kendaraan bok dan truk dari luar daerah yang tidak kuat menanjak,” imbuhnya.
Kepala Bidang Angkutan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kulonprogo Joko Trihatmono mengatakan kepadatan arus mudik pada Minggu kemarin sekitar 39.000 unit kendaraan.
Joko mengimbau kepada para pemudik yang bakal melintasi wilayah Kulonprogo agar ekstra hati-hati. Bila perlu segera bersitirahat jika merasa lelah lantaran titik lelah perjalanan setelah mengemudi akan terjadi di kabupaten tersebut.
“Titik lelah memang terjadi di Kulonprogo. Kalau dalam keadaan seperti itu, biasanya konsentrasi berkurang sehingga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sebaiknya segera beristirahat kalau merasa lelah,” ujar Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.