OJK Ungkap 19 Pinjol Bermasalah, Kredit Macet
OJK mencatat 19 pinjaman online memiliki kredit macet di atas 5 persen per April 2026. Outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp102,07 triliun.
Harianjogja.com, JOGJA - Selama ini, masiha da anggapan yang keliru tentang praktik ngabekten yang digelar di Kraton Yogyakarta.
Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat, Penghageng Tepas Dwarapura saat ditemui di Kantor Tepas Dwarapura, Senin (5/8/2013), mengatakan yang dipahami oleh masyarakat kebanyakan keliru.
"Banyak yang menganggap praktik Ngabekten yang dilakukan dengan cara jongkok dan mencium lutut Sultan itu adalah cara menyembah warisan feodalisme," katanya..
Padahal sesungguhnya, lanjut pria yang akrab disapa Romo Tirun ini, dengan mencium lutut Sultan itu sebagai pralambang bahwa mereka yang melakukan Ngabekten memberikan doa bagi langkah Sultan, yang seorang Raja dan Gubernur.
Doanya agar Sultan selalu dalam mengambil kebijakan selalu benar. Itu sesuai dengan gelar Sultan: Sampeyan Dalem.
“Sultan tidak memandang rendah mereka yang melakukan baktinya. Tapi justru mereka yang mendoakan sebetulnya posisinya lebih tinggi,” jelasnya.
Doa yang diberikan para abdi dalem itu biasanya dibalas Sultan dengan menangkupkan dua telapak tangannya ke atas leher abdi dalem yang tengah mencium lutut Sultan.
Ia menambahkan, ngabekten pada Lebaran kali ini digelar selama dua hari. Pada hari pertama 8 Agustus tepat 1 Syawal adalah Ngabekten laki-laki dan pada hari kedua 9 Agustus adalah Ngabekten untuk mereka yang perempuan.
Bersamaan dengan itu, pada hari pertama itu digelar pula, grebeg Syawal seperti pada tahun- tahun sebelumnya.
Hanya jumlahnya sekarang ini untuk gunungan kakung bertambah menjadi tujuh buah. Lima di antaranya diserahkan ke Masjid Agung Kauman. Sisanya diserahkan ke Puro Pakualaman dan Kepatihan sebagai wujud sedekah Raja ke sejumlah pegawainya ketika menjabat sebagai gubernur.
“Ini untuk menyongsong keistimewaan meneruskan nilai- nilai budaya bahwa gunungan itu sebagai simbol sedekah Raja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat 19 pinjaman online memiliki kredit macet di atas 5 persen per April 2026. Outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp102,07 triliun.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter. Ekonom nilai langkah ini realistis untuk menjaga APBN dan ketahanan fiskal.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter mulai Juni 2026, sementara Pertalite tetap Rp10.000. Simak daftar lengkap BBM terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.