Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Harga daging sapi di Pasar Argosari Wonosari Kabupaten Gunungkidul, mengalami peningkatan yakni dari Rp105.000 menjadi Rp110.000 per kilogram.
Seorang pedagang Pasar Argosari Wonosari Waginem mengatakan tingginya harga daging sapi disebabkan oleh ketersediaan daging yang minim dan tingginya permintaan menjelang lebaran.
"Kenaikan harga daging sapi sudah terjadi sejak tiga hari ini. Melihat permintaan daging sapi dari masyarakat Gunungkidul, harga masih akan mengalami peningkatan hingga setelah lebaran," kata Waginem, Selasa (6/8/2013).
Ia mengatakan berdasarkan pengalaman lebaran sebelum-sebelumnya, setiap menjelang lebaran selalu terjadi lonjakan harga daging sapi.
Kenaikan sudah disepakati oleh paguyuban pemotong sapi, sehingga setiap pedagang tinggal mengikuti dari kesepakatan itu.
"Sama dengan pedagang yang lain, kami khawatirkan dengan stok yang makin habis dan permintaan terus bertambah akan membuat naiknya harga daging tersebut," katanya.
Seorang pedagang daging sapi lainnya, Runtik mengatakan hingga hari ini belum ada daging sapi impor yang masuk ke Pasar Argosari.
Secara riil, masyarakat lebih memilih daging sapi yang masih segar, tetapi dengan melihat kondisi stok daging seperti saat ini, daging sapi impor seharunya dapat masuk dan diterima masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan harga.
"Ketersediaan daging sapi impor di pasar tradisional, khususnya di Pasar Argisari itu sifatnya untuk mempenuhi stok jadi bisa membuat stabilnya harga daging kalau setok sapinya mencukupi," katanya.
Salah seorang warga Wonosari, Sri mengatakan yang membeli daging mengaku kaget dengan peningkatan harga ini.
"Saya kaget, harga daging sapi naik terus. Bagaimana rakyat kecil seperti saya mau memenuhi kebutuhan gizi,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.