Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi suasana pasar tradisional. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA - Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Jogja menjelang Lebaran masih cukup tinggi bila dibanding awal bulan meskipun pedagang menyatakan pasokan dari distributor tetap lancar.
"Harga beras, gula pasir, dan minyak goreng masih cenderung stabil. Sedang untuk telur masih cukup tinggi," kata pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Beringharjo Heni Purwanti, Rabu (7/8/2013).
Berbagai jenis beras dari kualitas medium hingga premium dijual dengan harga bervariasi antara Rp8.500 per kilogram (kg) hingga Rp9.500 per kg, sedang gula pasir dijual dengan harga Rp11.000 per kg hingga Rp12.000 per kg.
Komoditas minyak goreng dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedang untuk telur ayam ras dijual dengan harga Rp19.000 per kg.
Sementara Harga komoditas cabai rawit merah yang sempat turun pada akhir Juli kini harganya kembali naik hingga mencapai Rp75.000 per kg, dan cabai merah keriting dijual dengan harga sekitar Rp40.000 per kg.
Sedangkan komoditas bawang merah dijual dengan harga Rp40.000 per kg atau mengalami kenaikan bila dibanding awal Agustus saat dijual dengan harga Rp35.000 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta warga mewaspadai kebakaran di permukiman padat, terutama saat cuaca panas berkepanjangan.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.