Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Harianjogja.com, BANTUL- Jumlah kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul selama musim Lebaran kali ini diklaim turun dibanding tahun lalu.
Kasat Lalu Lintas Polres Bantul AKP Heri Prasetyo mengatakan, sejak H-7 hingga H-1 Lebaran hari ini, tercatat hanya terjadi enam kecelakaan dengan kualitas luka ringan.
Tahun lalu menurut Heri, hingga H-1 Lebaran jumlah kecelakaan mencapai lebih dari enam kejadian. “Jauh lebih sedikit kalau dibanding tahun lalu, hanya sayang saya tidak pegang data persisnya sekarang,” terang Heri kepada Harian Jogja, Rabu (7/8/2013)
Enam kasus kecelakaan yang terjadi dialami pengemudi lokal atau bukan pemudik. Kecelakaan kebanyakan terjadi di dalam kota Bantul serta wilayah Kecamatan Sewon yang menjadi penghubungan antara Bantul Kota dengan Kota Jogja. Data kecelakaan rencananya akan terus dipantau hingga H+7 Lebaran.
Sementara itu dari pantauan arus mudik di sepanjang wilayah Bantul, hingga H-1 terpantau masih lengang tak ada kemacetan. Walupun di jalur-jalur masuk pemudik seperti Jalan Ringroad Selatan dan Jalan Wonosari, kendaraan masih terpantau lancar.
Masa libur Lebaran yang panjang ditengarai menjadi penyebab arus kendaraan realtif tak menumpuk di hari tertentu sehingga tak menimbulkan kemacetan. Puncak kemacetan diprediksi terjadi pada H+1 Lebaran terutama di jalaur padat seperti jalan Parangtritis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.