Tak Punya Santri, 3 Pesantren di Gunungkidul Tutup

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 13 Agustus 2013 11:27 WIB
Tak Punya Santri, 3 Pesantren di Gunungkidul Tutup

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sebanyak tiga pondok pesantren di Gunungkidul tutup sementara lantaran tidak ada santrinya. Kementrian Agama Gunungkidul menyebut salah satu penyebabnya karena kurang minat warga Gunungkidul mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

"Warga Gunungkidul masih banyak yang belum berminat tinggal di pondok. Seperti di wilayah selatan itu, bahkan tidak ada pondok sama sekali," kata Kepala Kementrian Agama Gunungkidul, Masdjuri, kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.

Ketiga pondok pesantren yang tutup adalah Tarbiyatur Quran di Giring Sodo Kecamatan Paliyan, Syaroful Ummah dan Nurul Ihsan di Ledoksari, Wonosari.

Menurut Masdjuri, ketiga pondok tersebut tutup karena tidak ada santri yang bermukim (menginap).

"Syarat menjadi pondok pesantren itu adanya santri minimal 15 orang yang mukim. Adanya kiai dan tempat ibadah" kata dia.

Masdjuri tidak bisa berbuat banyak pondok pesantren yang tutup sementara karena pihaknya hanya sebagai fasilitaror. Tidak bisa terlibat dalam pondok pesantren.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Wal Irsyad Ledoksari, Kharis Masduki menyatakan, kurang aktifnya ketiga pesantren bukan berarti minat masyarakat Gunungkidul terhadap pendidikan agama minim, namun lebih pada tokoh sentral atau kyai yang belum bisa sepenuhnya berada di pondok pesantren.

Menurut Kharis, pondok pesantren saat ini tidak lagi menjadi nomor dua dalam pendidikan. Justru, menurut dia, menjadi pilihan pertama ketika pergaulan lingkungan kurang tertata. "Banyak orang tua yang ingin memasukan anaknya ke pondok karena memang pendidikan akhlak yang sangat penting" katanya

Santri Darul Quran Wal Irsyad saat ini berjumlah 513. Jumlah tersebut, kata Kharis, 50% merupakan warga asli Gunungkidul. (Ujang Hasanudin)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis