Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 70 dari jumlah keseluruhan 1.300 anggota Legium Veteran RI (LVRI) Kabupaten Bantul belum mendapatkan tunjangan penghormatan dari pemerintah.
Pengurus Cabang LVRI Bantul telah mengajukan usulan namun belum ada hasilnya.
Ketua LVRI Bantul Sahro Wardi mengakui terakhir pengajuan dilakukan beberapa tahun lalu sebanyak 40 nama anggota veteran.
Sampai tahun ini jumlah keseluruhan anggota yang belum menerima tunjangan ada sekitar 70 orang.
"Pengajuan terakhir 42 nama telah di kirim ke pusat. Tapi ada dua nama yang datanya tidak ditemukan dan masih dalam proses pengecekan lebih lanjut," katanya ditemui Harian Jogja, Senin (12/8/2013).
Menurut Sahro pada tahun ini korp para pejuang RI akan mengajukan kembali sesuai kuota dan kelengkapan persyaratan diperlukan.
"Tentu ini juga harus memenuhi persyaratan dan kuota pemerintah untuk veteran Bantul. Kami sudah siapkan pengajuan tahun ini," ujarnya.
Dia menjelaskan LVRI Bantul termasuk beranggotakan terbanyak dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY yang hanya mencapai ratusan nama. Ia menjelaskan tiap anggota memiliki peran masing-masing dalam turut serta merebut dan mempertahankan kemerdekaan di masa penjajahan.
Seperti Sahro sendiri mengaku kiprahnya bukan dari murni tentara, namun pada masa kemerdekaan turut andil bersama tentara ke medan Wonosari, Gunungkidul semasa Yogyakarta diduduki Belanda.
Sahro bergabung pasukan batalyon 25 bersama Komarudin dibawah komandan batalyon Basuni sebelum akhirnya pulang ke Bantul dan mendirikan Angkatan Perang Sabil berisikan pemuda Muhammadiyah dengan bekal senjata rampasan Jepang.
Sahro menambahkan tunjangan kehormatan untuk pejuang veteran terbagi dalam beberapa jenis tunjangan kehormatan diterima mulai dari Rp250.000 per bulan hingga Rp1,2 juta per bulan menurut status kepejuangan masing-masing anggota, termasuk bagi janda veteran yang masih hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.