Kemarau, BPBD Sleman Siapkan 100 Tangki Air Bersih

Jum'at, 16 Agustus 2013 17:35 WIB
Kemarau, BPBD Sleman Siapkan 100 Tangki Air Bersih

Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengaku siap mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau ini.

Kepala BPBD Sleman, Juli Setiono Dwi Wasito memprediksi kekurangan air bersih tahun ini tidak akan separah 2012 mengingat kemarau basah yang terjadi. Meski demikian, persiapan tetap dilakukan.

“Kami telah menyiapkan sedikitnya 100 tangki,” kata Juli, Kamis (15/18/2013).

Pihaknya mengaku siap membantu warga yang memang benar-benar mengalami krisis air bersih. Sejauh ini belum ada permintaan untuk melakukan dropping air ke suatu wilayah meskipun air bersih sudah ada.

http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/16/kemarau-datang-pompa-air-malah-hilang-438384">Wilayah yang kemungkinan membutuhkan dropping seperti wilayah Kecamatan Prambanan. Daerah ini setiap kemarau membutuhkan puluhan tangki air.

Bukan hanya Kecamatan Prambanan, biasanya warga yang tinggal di hunian tetap (huntap) korban erupsi Merapi juga memerlukan suplai air bersih. Sebab ada beberapa huntap yang kekurangan air bersih karena mengambil dari Umbul Wadon yang debitnya mulai berkurang.

Warga huntap yang mulai mengalami kekeringan yaitu di Dusun Batur dan Pagerjurang, Desa Kepuharjo, serta Huntap Gondang I dan II di Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan. Ke empat huntap ini mendapat saluran air dari Umbul Wadon di hulu Sungai Kuning.

“Namun, karena intensitas hujan yang berkurang seminggu terakhir ini debit air Umbul Wadon menurun drastis hingga 50%. Makanya mereka mulai kekurangan air bersih, namun untuk kebutuhan sehari-hari masih bisa dipenuhi,” kata Juli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online