Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Harianjogja.com, BANTUL - Marsiyem, istri almarhum Fuad Mohamad Syarfudin alias Udin, wartawan Harian Bernas yang meninggal 17 tahun lalu, mengaku tidak yakin akan keseriusan aparat kepolisian dalam mengusut tuntas dugaan kasus pembunuhan terhadap suaminya.
"Sejak awal memang polisi sudah membuat kami rabu. Dan tidak ada perkembangan apa-apa selama 17 tahun kalau memang benar kasus ini masih ditangani. Jadi saya kok pesimis," ujar Marsiyen kepada Harian Jogja di sela menghadiri upacara bendera dan pengukuhan Udin pahlawan pers oleh Wartawan Bantul, akhir pekan lalu.
Marsiyem mengaku sudah menyampaikan keterangan beberapa kali kepada penyidik sejak meninggalnya sang suami.
Hanya, sangat sedikit pertanyaan mengarah pada upaya melacak modus pembunuhan. Tetapi, polisi justru mengarah pada isu perselingkuhan yang sangat tidak masuk akal.
Istri Udin sampai saat ini tetap meyakini suaminya meninggal terkait pemberitaan selama bertugas di Harian Bernas. Terlebih, di mata Marsiyem, suaminya adalah sosok wartawan yang memang 'blak-blakan' dalam setiap memberitakan.
"Mas Udin orangnya memang begitu. Jadi saya yakin mas Udin meninggal karena pekerjaannya wartawan. Ia blak-blakan dan selalu meyakinkan saya tidak perlu takut apabila memang yang dilakukan untuk kebenaran, fakta dan kepentingan masyarakat," ungkapnya.
Selama mendampingi Udin, Marsiyem tidak menampik kerap menemui kejanggalan seperti beberapa kali ditemui orang dan sekadar memastikan rumah tinggal wartawan Udin, beberapa minggu sebelum akhirnya peristiwa terjadi.
"Sampai akhirnya peristiwa itu terjadi. Sayalah yang membukakan pintu untuk tamu yang datang mengenakan pakaian cukup rapi dan belum kami kenal sebelumnya. Dan kejadian itu menimpa mas Udin," kenang Marsiyem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.