Ingin Menata Wisata, Harga Tanah Rp1 Juta Per Meter Jadi Kendala

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 19 Agustus 2013 04:00 WIB
Ingin Menata Wisata, Harga Tanah Rp1 Juta Per Meter Jadi Kendala

Ilustrasi wisatawan di Pantai Parangtritis DIY (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana memperbaiki fasilitas wisata di wilayah ini.

Bupati Gunungkidul Badingah menyatakan pihaknya sedang merencanakan pemisahan lahan parkir dan objek wisata sebagai upaya meminimalisasi kemacetan yang kerap terjadi di area menuju objek wisata pantai.

Bahkan Badingah mengaku sudah memiliki alternatif lokasi parkir. Hanya saja masih terkendala pembebasan lahan.

“Sudah survey, tapi harga yang diminta sangat mahal. Kita tidak mampu. Saya berharap masyarakat bisa membantu pemerintah,”ucapnya, belum lama ini.

Harga tanah di sekitar objek wisata pantai saat ini mencapai Rp1 juta per meter. Badingah berharap dengan adanya lahan parkir khusus bisa mengurangi titik-titik kemacetan terutama di pintu-pintu masuk objek wisata.

Ketua Pokdarwis Objek Wisata Pantai Krakal Sudarto mendukung rencana pemerintah memisahkan lahan parkir dan objek wisata. Hanya saja, dia tidak sepakat jika lokasi parkir terlalu jauh dengan objek wisata. Sebab, kata dia, justru akan mengurangi kunjungan wisatawan. “Kalau terlalu jauh wisatawan jenuh karena harus jalan lagi ke pantai,” ucap Sudarto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis