Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, SLEMAN - Detasemen Cobra Airsoft Club Jogja menggelar acara syawalan di Bumi Perkemahan Babarsari, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Minggu (18/8).
Syawalan ini juga disisipkan sosialisasi agar anggota Detasemen Cobra Airsoft Club tidak menggunakan airgun.
Ketua Detasemen Cobra Airsoft Club Jogja, Aryo Wibowo mengatakan acara syawalan ini untuk meningkatkan persaudaran. Sekaligus kami ingin mengingatkan agar anggota tidak menggunakan airgun.
“Ini acara syawalan saja. Namun kami perlu juga menyelipkan sosialisasi soal penggunaan senapan airgun. Dimana komunitas ini sejak awal memang menyepakati hanya akan menggunakan senjata airsoftgun untuk kepentingan olah raga,” kata Aryo saat membuka acara.
Aryo mengatakan sosialisasi ini perlu dilakukan karena pada saat Lebaran 2013 lalu ada warga Bantul yang ditembak menggunakan airgun oknum tidak dikenal. Bahkan tembakan ini menyebabkan korban luka-luka.
“Kami jelas mengecam tindakan oknum yang menggunakan airgun itu. Kami juga langsung dikonfirmasi pihak Polda DIY setelah kejadian, dan memang bukan anggota kami yang melakukannya,” jelas Aryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.