Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, JOGJA - Pembentukan pasukan pengibar bendera dapat dijadikan pemupuk semangat kebangsaan, cinta Tanah Air, bela negara, kepemimpinan, disiplin, dan budi pekerti luhur.
Hal itu diungkapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada acara ramah tamah dengan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Bangsal Kepatihan, Minggu (18/8/2013).
"Pembentukan pasukan pengibar bendera dalam rangka pembangunan karakter dan nasionalisme," kata Sultan.
Menurut dia, beberapa pelajaran yang dapat dipetik hikmah dan teladan khususnya bagi paskibra adalah pelajaran yang dikaitkan dengan Orasi Bung Karno tahun 1920 yang menyatakan "beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru, beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia".
"Dari petikan orasi tersebut pelajaran pertama yang dapat dipetik adalah jika 10 pemuda saja bisa mengguncang dunia, secara metaforis bagaimana kelompok paskibra yang berjumlah 45 orang, dan memiliki jiwa militansi yang tinggi, bukankah bisa mengubah Indonesia menjadi lebih bermartabat dan sejahtera?" katanya.
Ia mengatakan, pelajaran berikutnya adalah peristiwa revolusi kemerdekaan Amerika Serikat (AS) yang dipelopori Benjamin Franklin dan George Washington.
Selain itu, peristiwa Muhammad Al Fatih yang dalam usia muda berhasil menata Turki dan berhasil memperbesar pengaruh Turki Utsmaniah pada abad ke-15.
"Pelajaran selanjutnya adalah tentang toleransi beragama, karena menyadari kita hidup dalam kebhinnekaan tetapi tetap menyatu di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," katanya.
Menurut dia, Paskibra DIY juga diharapkan membaca Serat Wulang Sunu yang berisi motivasi dalam menggapai cita-cita. Jika meminjam istilah Bung Karno, mutiara kata dalam "serat piwulang" itu sama halnya dengan pesan beliau "...gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit...".
"Kami berharap citra paskibra yang dijiwai oleh Semangat Proklamasi tetap terjaga sehingga mampu menjadi teladan sebagai generasi muda Indonesia yang berwawasan kebangsaan dan mencintai Tanah Air sebagai yang utama," katanya.
Ia mengatakan, selayaknya puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan, karena rangkaian acara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Ke-68 Republik Indonesia (RI) telah berjalan lancar, penuh khidmat, dan berakhir dengan baik.
"Keberhasilan tersebut juga tak luput berkat peranan paskibra yang terdiri atas para pelajar SMA dan SMK yang terpilih melalui seleksi yang sangat ketat," katanya.
Ketua Umum Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-68 RI Tingkat DIY Sulistyo mengatakan, anggota Paskibra DIY yang mengikuti ramah tamah dengan gubernur DIY itu sebanyak 700 orang.
"Mereka merupakan anggota paskibra yang bertugas pada upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-68 RI di tingkat DIY dan kabupaten/kota se-DIY," kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.
Prakiraan cuaca Jogja dan DIY Sabtu 3 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C di Kota Jogja.
Jadwal SIM Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia di Satpas Polresta Yogyakarta. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.