Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Realisasi pembangunan fisik bandara Kulonprogo direncanakan pada awal 2014, karena saat ini masih menunggu keluarnya izin penerapan operasi baru dari Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY Tjipto Haribowo menjelaskan izin itu kemudian akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan penetapan lokasi pembebasan lahan.
“Surat itu posisinya sudah di Dirjen. Sebelumnya telah dikembalikan ke Angkasa Pura untuk diperbaiki dan telah diserahkan lagi ke Dirjen,” kata Tjipto, akhir pekan lalu.
Atas persoalan tersebut, Tjipto memprediksi pembangunan bandara bisa tidak sesuai dengan jadwal. “Kayaknya belum bisa awal tahun fisiknya. Toh, tanahnya belum kelar juga,” ujarnya.
Kalaupun dipaksakan sesuai jadwal menurutnya tanah yang sudah dulu lebih siap adalah tanah yang berstatus Pakualaman Ground.
Seperti diketahui dari usulan Pemerintah Daerah DIY, penggunaan tanah PA Grond lebih mayoritas ketimbang tanah berstatus hak milik warga. “Itu nanti Angkasa Pura ada rembugan lagi dengan Pakualaman,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.