Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Ilustrasi ruang karaoke (JIBI/Solopos/Antara)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemandu karaoke di kawasan objek wisata Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul dilarang keras melakukan bisnis plus alias bisnis esek-esek.
Ketua Paguyuban Pengusaha Karaoke Pantai Parangtritis Rohadi mengatakan seluruh pemandu dan pengusaha rumah karaoke kini sudah terwadai dalam satu koordinasi paguyuban.
Paguyuban ditujukan menjaga ketertiban masyarakat serta bermitra dengan pemkab dalam komitmen memberantas prostitusi di kawasan wisata pantai di Bantul.
"Kami juga buat kesepakatan. Jika itu dilanggar kami cabut kartu tanda anggota (KTA) dan dicoret dari keanggotaan paguyuban," kata Rohadi kepada Harian Jogja, belum lama ini.
Menurut Rohadi ada sekitar 45 tempat karaoke dan 52 pemandu di Parangtritis yang telah membuat kesepakatan bersama. Dalam kesepakatan itu mereka satu visi untuk tidak melakukan bisnis esek-esek.
"Meski layanan plus-nya diluar kawasan Parangtritis dan itu diketahui paguyuban, tetap KTA kami cabut. Ini ketegasan kami bahwa pemandu bukan sarang atau kedok pelacur," tandasnya.
Rohadi mengaku aturan main paguyuban cukup efektif menekan praktik prostitusi. Terbukti banyak pekerja seks komersial yang memilih menghentikan aktivitas lamanya dan beralih menjadi pemandu. Pasalnya, fee yang didapat dari memandu pengunjung per jam bisa mencapai Rp50.000 tanpa risiko penyakit. Ini lebih menguntungkan dibanding melacur.
Namun demikian, pemilik usaha karaoke Sahara ini tidak menutup mata masih ada praktik prostitusi di sekitar Cempuri yang cukup menghambat paguyuban turut membersihkan Parangtritis dari praktik prostitusi.
Ia menambahkan paguyuban juga telah membuat kesepakatan atau perjanjian jam buka usaha karaoke. Yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dengan catatan saat jam ibadah harus menghentikan aktivitas usaha.
Paguyuban juga akan melaporkan ke pihak berwenang apabila mengetahui ada PNS aktif ataupun TNI-Polri yang aktif mempunyai usaha karaoke.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Penelitian terbaru ungkap ChatGPT-4 mampu memprediksi kepribadian, pendapatan, hingga pendidikan manusia. Anehnya, pertanyaan berbasis astrologi buatan AI justr
Polda DIY menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa ibadah GMS di Sewon, Bantul setelah memeriksa 32 saksi.
Google Drive penuh padahal file sudah dihapus? Penyebabnya bisa karena file di Trash, e-mail Gmail, atau foto Google Photos yang menumpuk. Simak cara mengatasin
Gempa NTT berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi. Menhub Dudy Purwagandhi memerintahkan pemeriksaan pelabuhan, terminal, dan bandara.
Tiga kalurahan di Bantul baru memiliki satu pendaftar calon lurah. Jika tak ada tambahan calon, Pilur bisa melawan kotak kosong.