OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Bidang Pemberdayaan Perempuan, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahaan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo, hingga Juli 2013 ada 16 kasus kekerasan yang dialami perempuan di wilayah ini.
Dari jumlah tersebut, kekerasan fisik mendominasi dengan delapan kasus, sisanya berupa pencabulan, kekerasan psikis dan penelantaran.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Ernawati Sukeksi mengatakan saat ini pihaknya memiliki rumah aman sebagai tempat perlindungan sementara bagi perempuan korban tindak kekerasan.
Karena itu, ia menghimbau semua perempuan di Kulonprogo yang mengatalami tindak kekerasan bisa memanfaatkan rumah tersebut.
"Di rumah ini, mereka akan mendapat pendampingan dari jaringan PK2PA [Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak]," jelasnya, Selasa (20/8/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Jadwal Grup A Piala Dunia 2026 WIB, prediksi skor Meksiko vs Afrika Selatan dan Korea Selatan vs Ceko lengkap analisis.
Harga bahan pokok di Batang masih stabil pasca kenaikan BBM, cabai turun, ayam kampung dan kedelai mulai naik.
Pemkab Sleman kirim 10 personel bantu BPN, percepat layanan pertanahan di tengah transformasi sistem elektronik.
Pemkot Pekalongan siapkan proyek drainase Rp5 miliar sepanjang 1,2 km untuk kurangi genangan dan optimalkan aliran air.
Tujuh SPPG di Gunungkidul berhenti beroperasi akibat IPAL dan anggaran, ribuan siswa belum terjangkau program MBG.