Danantara Ikut Biayai LRT Jakarta, Ruang Fiskal DKI Terjaga
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
Harianjogja.com, BANTUL—Pasar Seni Gabusan (PSG) dikabarkan bakal dikelola pihak ketiga. Pemkab Bantul kini sedang menginventarisasi aset PSG untuk mengetahui nilai aset di pasar seni itu.
“Inventarisasi kami lakukan sejak April lalu dan targetnya Oktober nanti selesai,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanta, belum lama ini.
Menurut Sulistyanta, penaksiran nilai aset di PSG hendaknya juga dilakukan SKPD lain yang pernah turut membangun PSG. Pasalnya inventarisasi yang dilakukan Disperindakop hanya pada bangunan bekas kantor, resi gudang, serta Pasar Seni Gabusan (PSG). Sementara aset yang lain belum di inventarisasi.
“Kami belum mengetahui apakah SKPD lain juga sudah melakukan hal serupa,” ujar dia.
Dari pantauan Harian Jogja di pasar seni yang berlokasi di jalan Parangtritis Km 9 ini tampak tak ada aktivitas perdagangan berarti.
Sejumlah kios tampak tertutup. Tidak ada akses masuk pasar karena ditutup dengan portal meskipun disekitarnya masih nampak para pemuda berolah raga dan berbagai aktivitas lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Danantara dinilai bisa menjadi alternatif pembiayaan LRT Jakarta sekaligus membantu menjaga ruang fiskal DKI Jakarta.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.