Viral Koperasi Merah Putih Wonogiri di Tengah Hutan, Ini Faktanya
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Soy beans are seen after being harvested in the outskirts of Gualeguaychu city, 230 km (143 miles) north of Buenos Aires, March 30, 2008. REUTERS/Andres Stapff
Harianjogja.com, JOGJA- Harga sejumlah kebutuhan pokok serta sayuran di wilayah Jogja turun.
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY, pada Rabu (21/8/2013), penurunan harga juga terjadi pada komoditas telur ayam broiler yang turun dari Rp18.000 menjadi Rp17.500.
Begitu juga dengan komoditas sayuran yakni kacang kedelai yang turun dari Rp9.000 menjadi Rp8.300 per kilogram, tomat turun dari Rp4.500 menjadi Rp3.800 per kilogram, wortel turun dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 dan kembang kol turun dari Rp14.000 menjadi Rp9.000 per kilogram.
Pengawas Peredaran Barang dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY Sugiyono mengatakan, untuk komoditas sayuran selain karena faktor permintaan, penurunan harga terjadi karena di tingkat petani produksi sudah mulai membaik.
“Harapannya cuaca kemarau ini masih akan terjadi hingga tiga bulan ke depan dan produksi tanaman hortikultura meningkat sehingga mampu menekan harga di pasar,” kata dia, Rabu (21/8/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Jadwal Grup A Piala Dunia 2026 WIB, prediksi skor Meksiko vs Afrika Selatan dan Korea Selatan vs Ceko lengkap analisis.
Harga bahan pokok di Batang masih stabil pasca kenaikan BBM, cabai turun, ayam kampung dan kedelai mulai naik.
Pemkab Sleman kirim 10 personel bantu BPN, percepat layanan pertanahan di tengah transformasi sistem elektronik.
Pemkot Pekalongan siapkan proyek drainase Rp5 miliar sepanjang 1,2 km untuk kurangi genangan dan optimalkan aliran air.
Tujuh SPPG di Gunungkidul berhenti beroperasi akibat IPAL dan anggaran, ribuan siswa belum terjangkau program MBG.