OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, SLEMAN - Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman, Cokro Pamungkas meminta Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) dinaikkan. Para dukuh berharap besaran TPAPD setara UMP DIY sebesar Rp1.026.000 per bulan.
Harapan itu di ungkapkan Cokro Pamungkas saat menggelar syawalan di Gedung Serba Guna, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Rabu (21/8/2013). Ada pun besaran TPAPD yang diterima saat ini sebesar Rp775.000 per bulannya.
“Kami pikir perangkat yang lain juga menerima dengan besaran yang sama. Untuk itu kami mengusulkan pada Bupati Sleman agar tunjangan kami setara dengan UMP yang ditetapkan DIY,” kata Ketua Cokro Pamungkas, Sukiman disela-sela acara.
Sukiman menambahkan selain TPAPD, dukuh juga mendapat hak menggarap tanah bengkok. Masing-masing dukuh rata-rata menggarap satu hektare (ha). Meski pun ada yang menerima tanah bengkok sampai 1,5 ha di Sleman.
Meskipun tunjangan belum dianggap layak, Sukiman mengatakan dukuh tetap harus bekerja sesuai dengan tupoksinya. Terutama pada tahun depan yang menjadi tahun politik, agar masing-masing dukuh menjaga ketentraman wilayah masing-masing.
“Meskipun tunjangan kurang namun menjaga wilayahnya saat pemilu legislatif digelar tetap harus dilanjutkan,” jelas Sukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Jadwal Grup A Piala Dunia 2026 WIB, prediksi skor Meksiko vs Afrika Selatan dan Korea Selatan vs Ceko lengkap analisis.
Harga bahan pokok di Batang masih stabil pasca kenaikan BBM, cabai turun, ayam kampung dan kedelai mulai naik.
Pemkab Sleman kirim 10 personel bantu BPN, percepat layanan pertanahan di tengah transformasi sistem elektronik.
Pemkot Pekalongan siapkan proyek drainase Rp5 miliar sepanjang 1,2 km untuk kurangi genangan dan optimalkan aliran air.
Tujuh SPPG di Gunungkidul berhenti beroperasi akibat IPAL dan anggaran, ribuan siswa belum terjangkau program MBG.