Viral Koperasi Merah Putih Wonogiri di Tengah Hutan, Ini Faktanya
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan karya seni dan budaya hasil kreasi dari sejumlah seniman tradisi DIY dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl Sriwedani.
Karya yang dipamerkan bermacam-macam. Di antaranya topeng kertas, wayang sodo, wayang beber, hingga lukisan dengan menggunakan media batok kelapa.
Sri Eka Kusumaningayu, ketua panitia pameran mengatakan ini adalah pertama kalinya TBY memberikan ruang bagi seniman tradisi untuk berkreasi. Pasalnya, selama ini TBY cenderung menampilkan karya seni rupa yang mengikuti kemauan pasar.
Menurutnya pameran ini menjadi salah satu upaya bagi TBY untuk mengapresiasi karya tradisi sekaligus memberikan pengetahuan kepada pengunjung bahwa karya tradisi masih eksis di zaman modern ini.
"Karya yang dipamerkan ini luput dari perhatian publik padahal mempunyai peran penting dalam menopang keberlangsungan peristiwa budaya di DIY," katanya, Kamis (22/8/2013).
Pameran karya seni dan budaya menampilkan ratusan karya dari 20 seniman tradisi berbagai wilayah DIY. Ssebagian besar Beberapa diantaranya merupakan perupa tradisi yang cukup dikenal masyarakat. Seperti Subandi (pelukis kaca), Sajiyo (wayang kulit), Abdul Wahab (topeng kertas). Para peserta sebagian besar sudah sepuh karena berusia diatas enam puluh tahun.
Dijelaskan Sri jumlah yang dipamerkan beragam. Ada seniman yang mengirimkan 20 karya hingga 30an karena sebagian besar mengusung satu cerita utuh.
Salah satu karya yang disuguhkan dalam pameran itu adalah wayangsada. Wayang ini merupakan hasil kreasi dalang bernama Marsono asal Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Wayang ini cukup unik karena menggunakan bahan dasar lidi.
Perkembangan wayangsada pun kurang populer jika dibanding wayang jenis lainnya yang berkembang di tanah Jawa karena baru berkembang sejak tiga tahun belakangan ini. "Yang menciptakan sekaligus memainkan baru ayah saya," terang Sutrisno, putra Marsono kepada Harian Jogja.
Wayangsada, lanjut Sutrisno dibuat berdasar keprihatinan ayahnya yang melihat bahwa permainan anak zaman sekarang ini sudah sangat jauh dari nilai-nilai budaya Jawa. "Untuk itu ayah saya bikin dari lidi supaya anak-anak tertarik memainkannya," bebernya.
Sutrisno menambahkan wayangsada mengangkat tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana seperti Pandawa Lima, Rama dan Sinta. Selebihnya dalam tokoh cerita sejarah seperti munculnya gua Pindul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Penjual miras tanpa izin di Bantul dijatuhi denda Rp5 juta. Satpol PP tegaskan penindakan terus dilakukan.
Bedah buku Homepower di Jogja soroti tingginya perceraian dan pentingnya komunikasi keluarga di era digital.
Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026. Julian Quinones cetak gol pertama turnamen, Raul Jimenez menggandakan skor, dan tiga ka
UMKM didorong manfaatkan media sosial untuk tingkatkan omzet di tengah tantangan ekonomi, terungkap dalam bedah buku DPAD DIY.
Jadwal KRL Solo Jogja Jumat 12 Juni 2026 lengkap semua stasiun, 12 perjalanan, tarif Rp8.000, cek jam terbaru.