Joquid, Band Asal Gunungkidul yang Siap Lahirkan Album

Jum'at, 23 Agustus 2013 14:47 WIB
Joquid, Band Asal Gunungkidul yang Siap Lahirkan Album

Harianjogja.com, JOGJA—Sebutan Gunungkidul sebagai daerah tandus dan minim fasilitas ternyata tidak membuat kreatifitas musisi muda disana menjadi padam. Ditengah keterbatasan itu banyak band bermunculan melahirkan karya.

Joquid adalah salah satu band asal Bumi Handayani yang kini meramaikan geliat band Indie di Jogja. Band yang kerap manggung di sejumlah pentas seni SMA ini siap menyapa pecinta musik Jogja dengan melahirkan karya mini album pada Januari 2014 nanti.

“Materinya sudah siap tahun depan kami mau membuat mini album perdana,” kata Abel B Hatta, gitaris Joquid kepada Harian Jogja, Kamis (22/8).

Joquid dibentuk oleh sejumlah anak muda yang sama-sama bersekolah pada SMA yang sama pada 2010 lalu. Dalam bermain musik, band beranggotakan Abi (vokal), Abel B Hatta, Evand (gitar) dan Are. S (gitar) ini cukup berani karena mengusung aliran Pop Elektro.

“Mirip seperti band Garasi tapi warna musik mereka kan rock. Nah kalau kami ini lebih ngepop,” jelas Abel, yang mengaku menciptakan seluruh materi lagu Joquid.

Dua bulan lalu, Joquid telah merilis single pertama mereka berjudul Aku Pasti Kembali yang diputar di radio Star Jogja. Abel mengklaim sambutan masyarakat terhadap single pertamanya itu cukup bagus yang dibuktikan dengan bertenggernya lagu itu di urutan tiga top charts pilihan star Jogja.

Menurut Abel lagu itu terbilang easy listening dengan beat yang cukup kencang sehingga cocok diperdengarkan sembari bergoyang. Adapun single Aku Pasti Kembali mengisahkan pengalaman pribadi Abel dengan neneknya yang berada di daerah pantai sadeng, Girisubo, Gunungkidul, tempatnya lahir dan dibesarkan.

“Kebetulan hubungan antara nenek dengan saya sangat dekat sekali. Sejak kecil saya ini diasuh oleh dia [Nenek] karena orang tua bekerja di luar Gunungkidul. Lagu ini sekaligus menjadi persembahan saya buat nenek,” ucap pria yang tidak tamat SMA itu.

Kecintaan terhadap nenek yang begitu besar itulah membuat tekad Joquid untuk semakin besar. Joquid pun berharap suatu saat nanti bisa rekaman lewat major label walaupun sebenarnya sadar jalan yang dilalui terjal dan berliku.

“Persaingan band dalam industri musik sangat berat karena banyak band bermunculan tapi apalagi kami ini datang dari Gunungkidul yang atmosfirnya kurang mendukung bermain musik jika dibanding dengan Jogja. Tapi kami enggak mau minder yang penting berkarya saja,” ucapnya.

Pada Januari 2014 mendatang Joquid berencana mengeluarkan mini album perdana berisikan lima lagu. Mini album ini akan dilepas melalui jalur indie dengan label produksi 5051 music studio.

Abel berencana seusai menelurkan album perdana ini akan naik kasta dengan rekaman melalui major label. “Sudah menjadi mimpi kami untuk bisa rekaman di major label. Karena dengan acara inilah saya merasa bisa membahagiakan nenek saya,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online