Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Harianjogja.com, SLEMAN—Angkutan desa (Angkudes) jurusan Jogja – Kaliurang kini semakin ditinggalkan wisatawan yang akan berlibur ke Kawasan Wisata Kaliurang.
Pasalnya, angkudes ini sudah tidak lagi beroperasi hingga ke Kaliurang.
Ketua DPC Organda Sleman, Juri Anto mengatakan angkudes Jogja-Kaliurang memang sudah tidak lagi sampai di Kaliurang. Banyak sopir yang hanya mengoperasikan kendaraannya hingga di Sub-terminal Pakem.
“Banyak sopir yang sudah tidak bisa mengoperasikan kendaraannya sampai di Kaliurang. Sebab banyak penarik ojek yang memang dirasakan lebih cepat dengan harga yang tidak terlalu selisih banyak dengan angkudes,” kata Juri, Kamis (2/8/2013).
Juri mengaku tidak bisa mencegah para sopir untuk tidak memabawa angkudes hingga di Kaliurang. Pasalnya ada beberapa sopir yang memaksa namun dari sub-Terminal Pakem sampai ke Kaliurang tidak ada penumpang sama sekali.
“Kalau kondisinya seperti ini terus kami juga tidak akan memaksa sopir untuk mengoperasikan kendaraannya sampai ke Kaliurang. Nanti mereka malah tekor sendiri,” jelas Juri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyoroti proporsi mahasiswa STEM Indonesia yang masih 28 persen dan pentingnya penguatan sains fundamental.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.