OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Ilustrasi pencurian (Dok/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, SLEMAN- Terjadinya sejumlah tindakan kriminal bahkan berujung pembunuhan beberapa waktu terkahir diharapkan membuat warga di wilayah Kalasan Sleman lebih waspada.
“Saya sudah sampaikan kepada setiap warga agar meningkatkan kewaspadaan dan lebih mengaktifkan siskamling di masing-masing dusun," ungkap Camat Kalasan Sleman, Samsul Bakri, Minggu (25/8/2013).
Menurut dua, jika perlu memang seharusnya budaya 'srawung' dihidupkan kembali. Samsul meminta warga agar lebih peduli terhadap lingkungannya.
Pasalnya, hal yang tidak biasa kemungkinan besar akan berakibat sesuatu yang luar biasa dalam bermasyarakat.
"Misalnya jika ada sesuatu yang mencurigakan di masyarakat, warga harus segera menginformasikannya kepada ketua RT/RW atau Kepala Dukuh setempat. Agar segera ada tindakan selanjutnya,” harap Samsul.
Ia mengakui saat Ramadan lalu hingga menjelang Lebaran, terjadi kecenderungan peningkatan tindak kriminalitas di Kecamatan Kalasan. Untuk itu ia meminta peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungannya masing-masing.
"Kalau hanya mengandalkan aparat, personel kami terbatas. Jadi memang harus ada komunikasi dan koordinasi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan daerah," tambah Samsul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Sphephelo Sithole jadi pemain pertama kena kartu merah di Piala Dunia 2026. Pelanggaran DOGSO di menit 49 vs Meksiko. Suspensi otomatis.
10 tanda bos toxic: suka micromanaging, tidak punya empati, target tidak realistis, gemar cari kambing hitam. Simak dampak dan cara mengatasinya.
Motor turun mesin bisa menyebabkan biaya perbaikan jutaan rupiah. Kenali 7 penyebab utamanya dan cara sederhana mencegah kerusakan mesin sejak dini.
Rupiah stagnan di Rp17.975 per dolar AS, harga kebutuhan pokok masih tinggi. Tekanan impor dan BBM non-subsidi memengaruhi daya beli masyarakat.
IHSG naik 74 poin (1,26%) ke 5.960, LQ45 naik 1,70% ke 596 di awal perdagangan Jumat. Aksi beli masif warnai bursa.