Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Sejumlah mantan sekretaris desa (Sekdes) di Kulonprogo yang gagal diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) meminta kompensasi jabatan yang selama ini belum terpenuhi.
Para mantan pejabat yang gagal lantaran faktor usia ini mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (2/9/2013).
Kedatangan mereka menuntut tunjangan lantaran diberhentikan dari jabatan karena tidak memenuhi syarat usia untuk diangkat jadi CPNS.
Mantan Sekdes Temon, Pringgi Raharjo mengungkapkan dalam surat gubernur maupun SK Mendagri disebutkan, mantan sekdes yang tidak bisa diangkat menjadi PNS akan diberikan kompensasi.
Sekdes yang memiliki masa kerja satu hingga lima tahun kompensasinya Rp5 juta. Dengan indek satu juta setiap tahunnya. Sedang yang lebih dari lima tahun, diberikan kompensasi maksimal Rp20 juta.
"Pak Ketua DPRD pak Ponimin minta agar kami mengajukan surat permohonan lagi dengan disertai lampiran SK mendagri dan surat gubernur itu. Nanti akan kami buat.” ujar Narimanto, mantan Sekdes Jatisarana, Kecamatan Nanggulan.
Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Sudarto memastikan pemberian kompensasi belum bisa dilakukan sampai penghujung 2013 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.
Prabowo menunjuk Fadil Imran sebagai Wakil Kepala III BOPPJ untuk memperkuat penataan pesisir dan mitigasi risiko bencana Pantura Jawa.
Anggrek mikro di Batang Toru disebut menjadi penanda kondisi ekologis hutan yang tertekan kerusakan habitat dan perubahan iklim.