Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, KULONPROGO - Peristiwa nahas menimpa Nur Wiji, 70, warga Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan.
Kakek ini ditemukan tidak bernyawa di tepi sungai di wilayah Dusun Sungapan, Desa Wahyuharjo, Kecamatan Lendah, Rabu (4/9) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kapolsek Lendah, Ajun Komisaris Polisi Bambang Harun membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki berusia lanjut itu. Dari keterangan beberapa saksi-saksi polisi menyimpulkan kematian sang kakek murni karena sakit dadakan.
"Kami sudah membawanya ke Puskesmas Lendah. Dari pemeriksaan tidak ada unsur-unsur penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban," ujar Bambang, Rabu (4/9/2013).
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, dari keterangan saksi menyebutkan, sebelum meninggal kakek tersebut menabur benih di tanah pekarangannya. Tak jauh dari lokasi itu terdapat sungai.
Lantaran cuaca panas, korban kemudian mandi di sungai. Usai mandi dia masih bisa naik galengan sungai. Diduga ia tiba-tiba pingsan dan meninggal di tempat kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.
BGN mengakhiri moratorium aktivasi dapur dan mengaktifkan 480 SPPG. Total SPPG yang beroperasi kini mencapai 27.022 unit.
KWT Mekar Lestari Kulonprogo memanfaatkan pekarangan untuk pertanian, pangan, dan ekonomi warga hingga meraih penghargaan inovasi lahan terbatas.
Thailand vs Indonesia tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026. Anthony Hudson antusias menghadapi John Herdman di SUGBK Jakarta.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.