Tanggal 12 Juni Memperingati Apa Saja? Ini 5 Momen Bersejarah Dunia
Tanggal 12 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Menentang Pekerja Anak, Hari Kemerdekaan Filipina, Hari Perdamaian Kosovo, Hari Rusia, dan National Lovin
Harianjogja.com, JOGJA- Penghageng Panitikismo Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Hadiwinoto meminta warga tidak perlu risau terkait dengan http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/10/tanah-kraton-ngayogyakarta-warga-kesulitan-jual-tanah-446030">inventarisasi luas tanah Sultan Grond.
Warga masih tetap bisa menempati dan menjual tanahnya, karena status Hak Guna Bangunan (HGB) yang saat ini ada, masih berlaku.
"Jadi enggak ada masalah. Usai sertifikasi, kami pastikan HGB-nya tetap ada," terang dia, di sela-sela penyerapan aspirasi penyusunan Raperda Pokok-Pokok Kewenangan dalam Urusan Keistimewaan DIY, di Balaikota Jogja, Senin (9/9/2013).
Ia mengatakan, melalui inventarisasi akan dicek tanah-tanah Sultan Grond (SG) karena ada dugaan pemindahan kekancingan dari satu pihak ke pihak lain. Selain itu, banyak warga yang menggunakan tanah SG tanpa memiliki izin.
Menurut dia, inventarisasi tanah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu nantinya juga akan menjadi acuan bagi pemerintah dan DPRD DIY untuk meramu Raperdais tentang Tanah Kraton.
Tanah yang diinventarisasi itu, kata dia, bukan hanya yang dipakai masyarakat tetapi juga yang digunakan Pemda dan badan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tanggal 12 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Menentang Pekerja Anak, Hari Kemerdekaan Filipina, Hari Perdamaian Kosovo, Hari Rusia, dan National Lovin
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.