Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Harianjogja.com, BANTUL – Aksi mogok produksi para produsen tahu dan tempe di wilayah Bantul akhirnya dihentikan. Mereka mulai melakukan produksi lagi, Kamis (12/9/2013).
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Ngudi Lestari Gunungsaren Desa Trimurti Kecamatan Srandakan, Kasmaini mengatakan
puluhan perjain tahu terbesar di Bantul ini sudah kembali memulai produksi tahu untuk suplai kebutuhan pasar di Bantul maupun DIY.
Muji Raharjo salah satu perajin tahu yang juga sudah memulai produksi kembali. Tiap hari dia memproduksi 1,5 kuintal untuk kebutuhan di Pasar Niten.
“Tapi yang jelas, harganya belum kembali normal. Untung kami benar-benar mepet,” keluh Muji dihubungi terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.