New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Hampir setiap hari, saat jam pergi dan pulang sekolah, pelajar sekolah menengah pertama mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm, berseliweran di sepanjang Jalan Brosot-Sentolo. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Arif Wahyudi.
Pengendara sepeda motor melaju kencang di ruas Jalan Sentolo-Brosot, Senin (16/9). Pengendara ssmp negeri sentolo
epeda motor itu berusia belasan tahun. Itu terlihat dari seragam sekolah yang dikenakan.
Anak itu memakai seragam putih biru dengan tas punggung. Dari corak warna seragam, anak itu duduk di bangku SMP. Bukan hanya anak itu saja yang mengendarai sepeda motor di jalan raya untuk menuju sekolah.
Di belakang anak itu ada lima pelajar SMP mengendarai sepeda motor. Bedanya, kelima anak itu memacu motor dengan kecepatan sedang. Di antaranya adalah HS, 14, siswa kelas VII sebuah SMP Negeri di Sentolo.
HS mengaku setiap hari mengendarai sepeda motor untuk ke sekolah. Alasannya, jarak rumah dengan sekolah cukup jauh dengan medan jalan naik-turun. Satu lagi, di wilayah itu tidak ada transportasi umum menuju sekolahnya. “Mau naik sepeda keburu terlambat,” ujarnya, Senin (16/9/2013).
Kepala Polsek Sentolo Komisaris Polisi Budi Susilanto dilema menghadapi kondisi itu. Dia menegaskan anak usia SMP mengendarai motor di jalan raya jelas tidak bisa ditoleransi lantaran belum mengantongi SIM. Dia khawatir tindakan si anak membahayakan keselamatan umum.
Namun, dari sisi yang berbeda, dia sadar di beberapa wilayah Sentolo minim dilewati sarana transportasi padahal sangat dibutuhkan para pelajar. “Apalagi medan Sentolo naik-turun. Kasihan juga para pelajar tadi setiap kali berangkat sekolah,” ujar Budi.
Beberapa waktu lalu, Polsek Sentolo sempat mengumpulkan para kepala SMP se-Sentolo. Kapolsek waktu itu mengajak koordinasi para kepala sekolah agar melarang siswanya mengendarai motor untuk menunjang aktivitas sekolah.
Upaya ini tampaknya kurang berhasil. Sekolah sudah melarang tetapi siswa memiliki banyak akal agar bisa tetap mengendarai sepeda motor. Ada pelajar yang menitipkan kendaraan di warung dekat sekolah dan rumah siswa yang tak jauh dari sekolah.
Kemarin, ada pembahasan masalah itu di Mapolres Kulonprogo. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kulonprogo, Ajun Komisaris Polisi Supriyantoro, menegaskan polisi tidak bisa memandang sebelah mata atas maraknya siswa SMP di Kulonprogo yang naik motor setiap kali berangkat sekolah.
Polisi akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan untuk mengatasi masalah ini. Dinas Pendidikan diharapkan mampu menginstruksikan sekolah untuk menyediakan sarana transportasi umum.
Opsi kedua yakni meminta Dinas Perhubungan untuk merayu awak angkutan agar mau menyasar jalur-jalur yang selama ini tidak dilintasi angkutan. “Sebenarnya kan trayeknya masih hidup, cuma karena jalur di wilayah ini sepi maka banyak awak angkutan yang enggan menyasar,” papar Supriyantoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 5 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan, terdiri dari 12 rute YIA-Tugu dan 12 rute Tugu-YIA.
Pernikahan di Bantul menurun sejak 2023 hingga 2026. Pendidikan, karier, ekonomi dan pandangan soal rumah tangga menjadi pertimbangan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Senin 5Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.