Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Terancam Tertekan
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Harianjogja.com, JOGJA–Pada triwulan ketiga dan keempat 2013, pertumbuhan ekonomi di DIY diperkirakan akan melambat.
Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Jogja memprediksi pertumbuhan ekonomi di DIY pada 2013 bisa mencapai 5% hingga 6%. Namun kini, terjadi koreksi, di mana pertumbuhan ekonomi DIY diperkirakan hanya mampu mencapai 4,5% hingga 5,5%.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Arief Budi Santosa, perlambatan tersebut terjadi karena melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini.
“Triwulan pertama 2013 lalu pertumbuhan ekonomi DIY tercatat 5,06 persen dan pada triwulan kedua realisasinya lebih tinggi yakni 5,71 persen. Tetapi pada triwulan ketiga dan keempat nampaknya akan ada perlambatan,” kata dia, Senin (16/9/2013).
Dia menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan berdampak pada pendanaan perbankan. Di mana terdapat kecenderungan bunga kredit mengalami kenaikan.
"Hal itu dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)," jelas dia.
Meski begitu, menurut Arief, untuk wilayah DIY, sebenarnya dampak dari pelemahan nilai tukar belum begitu terasa. Hal tersebut karena di DIY, selama ini sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mendominasi perekonomian mayoritas menggunakan produk lokal.
“Sebenarnya UMKM akan lebih kuat terhadap tekanan pelemahan nilai tukar rupiah karena UMKM di DIY tidak begitu tergantung barang impor. Bahkan beberapa ada yang diuntungkan karena nilai ekspornya jadi naik,” kata dia.
Asisten Direktur KPBI DIY, Djoko Raharto menambahkan, sektor-sektor perekonomian yang diperkirakan melambat pada triwulan ketiga dan keempat di wilayah DIY di antaranya adalah pertanian, industri dan bangunan.
"Produksi pertanian memang menurun dibanding 2012 sedangkan industri dan bangunan diperkirakan melambat karena suku bunga kredit,” kata dia pada kesempatan yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Bulaksumur Run 2026 di UGM siap digelar dengan kategori 5K dan 10K. Start-finish di GSP, melibatkan alumni, masyarakat, dan UMKM.
Menpar Widiyanti mendorong pariwisata berkelanjutan dan tangguh dalam Sidang UN Tourism Executive Council di Spanyol.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 13 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.