Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Harianjogja.com, JOGJA–Harga kedelai di pasar tradisional di DIY masih tinggi meski pemerintah telah menetapkan harga jual kedelai bagi perajin tahu dan tempe sebesar Rp8.490.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja di Pasar Beringharjo, harga kedelai bahkan naik Rp500 dari sebelumnya hanya Rp10.500. Beberapa pedagang mengatakan, saat ini memang masih ada kedelai yang dijual dengan harga Rp10.000, namun kualitas kedelai tersebut kurang bagus.
Sedangkan untuk kedelai dengan kualitas lebih bagus kini sudah dibanderol dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram.
Naiknya harga kedelai juga memberatkan pedagang kedelai di pasar. Bahkan beberapa pedagang mengaku tak berani kulakan karena harga sudah terlalu tinggi.
Maryanti, pedagang kedelai di Pasar Beringharjo mengatakan, naiknya harga kedelai, membuat penjualan semakin lesu. Menurut dia, sebelum harga kedelai melonjak, per harinya dia bisa menjual hingga sekitar 50 kilogram kedelai.
Namun kini, dalam sehari penjualan bisa turun hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. “Sekarang sehari jual lima kilogram saja susah,” keluhnya saat ditemui Harian Jogja, Selasa (17/9/2013).
Dia menambahkan, lesunya penjualan sebenarnya sudah terjadi sekitar dua pekan terakhir sejak para perajin tempe melakukan mogok.
Namun menurut dia, penjualan semakin parah sejak tiga hari terakhir. “Sebelumnya masih ada yang beli walaupun sedikit-sedikit tapi semenjak tiga hari kemarin nggak ada yang beli, padahal barang juga banyak,” kata dia.
Parim, pedagang kedelai lainnya di pasar yang sama mengatakan, jika sebelumnya dia bisa kulakan sekitar dua kuintal kedelai per hari, sejak sepekan ini dia mengaku belum kembali menambah stok kedelainya karena tingginya harga. “Jualannya sekarang susah, ngga berani ambil banyak karena ngga ada yang beli,” kata dia.
Menurut dia, meski gonjang-ganjing harga kedelai sudah terjadi cukup lama. Namun, anjloknya penjualan sangat terasa sekitar sepekan terakhir. Dia berharap agar harga segera turun dan stabil, sehingga penjualannya juga bisa kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.