Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Harianjogja.com, JOGJA–Investor pasar modal di DIY masih mengalami pertumbuhan hingga 20% meskipun saat ini kondisi pasar modal sedang melemah.
Kepala Informasi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogja Irfan Noor Riza mengatakan, pertumbuhan investor di DIY saat ini masih menggembirakan meski pasar secara global maupun Indonesia sedang lesu.
“Dari sisi investor masih ada pertumbuhan, selama dua bulan terakhir ada pertumbuhan investor sekitar 20 persen,” ujar dia, Sabtu (21/9/2013).
Dia mengatakan, pertumbuhan itu didorong dari efektifnya pembentukan pojok-pojok bursa yang tersebar di 13 kampus di wilayah DIY. Menurut dia, sebagian besar investor baru tersebut berasal dari kalangan mahasiswa.
Terutama mahasiswa dari universitas yang dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran bursa saham atau pojok bursa.
Investor baru tersebut, sebagian besar memang investor ritel yang sedang mulai mencoba berinvestasi di pasar modal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Putri Kusuma Wardani lolos ke babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah mengalahkan Mikaela Joy De Guzman 21-12, 21-6.
Polsek Semin masih menyelidiki kasus pembuangan bayi di Kemejing, Gunungkidul. Enam saksi telah diperiksa, sementara bayi dirawat di LPKA An Nur Srimpi.
MotoGP 2027 akan memakai mesin 850cc dan memangkas aerodinamika. Guenther Steiner menilai perubahan ini bisa membuat balapan semakin ketat.
RSUP Dr Sardjito mengirim tujuh tenaga medis ke RSUD Bajawa, NTT, untuk membantu penanganan korban gempa dan memperkuat layanan kesehatan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran