Kasus Bocah SD di Sragen Diduga Pembunuhan, Polisi Selidiki TKP
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
Harianjogja.com, JOGJA—Sudah tiga tahun kasus pencurian 75 koleksi Museum Sonobudoyo tak terungkap, Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pencurian Koleksi baru dibentuk.
Tim itu dibentuk melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, GBPH Yudhaningrat tertanggal 2 September 2013 lalu.
Kepala Bidang Sejarah Museum da Purbakala Nursatwika yang telah dimutasi menjadi Sekretaris Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat per 12 September masih dibebani sebagai koordinator tim tersebut.
Nursatwika mengatakan, SK PPNS itu berlaku hingga 13 Desember 2013. Tim melibatkan pegawai Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta yang terdiri dari ahli arkeologi dan sejarahwan. Selama bekerja mereka akan menggunakan anggaran Pemerintah Daerah DIY.
“Sedang kami ajukan di anggaran perubahan 2013,” kata Nursatwika, Minggu (22/9/2013).
Ia mengaku tak mengetahui jumlah anggaran yang diajukan. Nursatwika menolak jika Pemda disebut terlambat membentuk Tim PPNS tersebut. Menurutnya, tim ini dibuat atas kegelisahan Pemda karena tidak juga tertangkapnya pelaku pencurian oleh kepolisian setelah tiga tahun terlewat. “Kami tidak ingin ada pembiaran,” katanya.
Dengan pembentukan tim itu, kata dia, penyelidikan diharapkan berjalan lebih independen. Pihak- pihak yang selama ini luput diperiksa oleh kepolisian, kata Nursatwika, akan diambil alih oleh PPNS sehingga dapat dipakai sebagai bahan pelengkap penyelidikan untuk kepolisian.
“Kami melihat ada saksi-saksi yang tidak terjangkau kepolisian. Semisal ada kolektor yang belum diperiksa. Padahal, kolektor itu sangat potensial diperiksa,” katanya.
Sebagaimana diketahui pencurian itu terjadi pada 11 Agustus 2010 silam. Tercatat 75 koleksi emas hilang. Adapun topeng emas yang hilang merupakan koleksi master piece dari zaman Majapahit. Dalam peringatan 1.000 hari kasus Sonobudoyo 29 Mei lalu, Kepolisian Daerah (Polda) DIY menyebutkan telah memeriksa 30 saksi tapi tetap tak ada petunjuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memasang garis polisi berlapis di rumah korban dugaan pembunuhan bocah SD di Sragen dan meminta warga membantu penyelidikan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pantau SPMB 2026 di Semarang, pastikan lancar, tanpa titip-menitip, dan sistem berjalan aman.
Harga Pertamax naik membuat pekerja di Jogja tetap pilih BBM non subsidi meski antre Pertalite makin panjang di SPBU.
Polda Metro Jaya gerebek dua lokasi judi berkedok arena game di Jakbar dan Jakut, amankan 60 orang dan ratusan mesin permainan.
India protes keras AS usai serangan kapal di Teluk Oman yang menewaskan tiga pelaut, memicu ketegangan diplomatik dan regional.
Barantin memperkuat sistem karantina ekspor untuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia dan memperluas akses pasar internasional.