Nama Ketua DPRD Jateng Terseret Isu Korupsi BGN, Ini Respons Sumanto
Nama Ketua DPRD Jateng viral dikaitkan kasus BGN, Sumanto tegas membantah dan minta publik tak mudah percaya.
Harianjogja.com, JOGJA—Patung Spiderman berukuran 80x50 sentimeter menyambut pengunjung yang datang ke Taman Budaya Yogyakarta. Tokoh pahlawan super asal Amerika Serikat ini terlihat jenaka, kontras dengan apa yang terlihat di film ataupun di komik.
Di TBY, Spiderman duduk sambil menyantap makanan yang menggunakan alas daun pisang atau pincuk. Topeng spiderman pun sedikit terbuka sehingga terlihat wajah asli Manusia Laba-laba yang bergigi tonggos.
Patung itu merupakan salah satu dari dari 54 karya yang disuguhkan dalam pameran bertajuk Van nJava, yang berlangsung selama 21 sampai 25 September 2013. Sebuah pameran yang diselenggarakan kelompok seni rupa Sepi, dengan tujuan menggali nilai-nilai Jawa yang hilang.
Ada 52 seniman yang berpartisipasi dalam agenda itu.
Karya Spiderman yang menggilitik berjudul Rolasan#3 itu dibuat Amboro Liring. Ia sengaja menghadirkan tokoh Spiderman sebagai wujud keprihatinan dengan makin tergerusnya nilai-nilai budaya Jawa di tengah arus globalisasi.
“Arus globalisi menjadi suatu ancaman bagi budaya asli jika tidak memiliki bekal yang cukup,” kata seniman dari Institut Seni Indonesia angkatan 1986 itu, Minggu (22/9/2013).
Karena itu, Amboro menggunakan figur Spiderman yang akrab di generasi muda. Seperti halnya Spiderman, Amboro ingin nilai-nilai budaya Jawa juga bisa dikenal dengan baik dan digunakan sebagai pondasi kehidupan generasi muda.
“Jika generasi sudah menjadikannya sebagai kehidupan. Maka globalisasi yang menerpa tidak akan pernah mencerabut nilai-nilai yang sudah ada di budaya Jawa,” ucapnya.
Untuk mewujudkan hasratnya itu, patung Spiderman seluruhnya menggunakan resin. Karya yang memakan waktu sampai sebulan ini dibuat Amboro secara khusus untuk pameran Van nJava.
Pendamping seniman Van nJava sekaligus peserta pameran, Robert Kan, menjelaskan Van nJava yang digagas Sepi sekaligus untuk menandai usia kelompok seni yang telah berusia 15 tahun. Sepi beranggotakan sekitar 52 orang, yang sebagian besar merupakan alumnus Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR).
Tiap tahun Sepi selalu menggelar pameran. Dalam pameran sekarang, para seniman diminta untuk menggali lagi nilai-nilai budaya Jawa yang menghilang ke dalam lukisan di tengah perkembangan zaman. Hasilnya, para seniman memiliki sudut pandangnya masing-masing.
Menol Juminar, salah satu anggota Sepi, misalnya, menyuguhkan karya berjudul Ga-Pa. Di atas kanvas berukuran 180x150 sentimeter itu, Menol menyuguhkan Petruk mengenakan kacamata hitam sedang bermain jetski.
“Ini simbol budaya Jawa haruslah menyesuaikan perkembangan zaman jika tidak ingin ditinggalkan generasi muda,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nama Ketua DPRD Jateng viral dikaitkan kasus BGN, Sumanto tegas membantah dan minta publik tak mudah percaya.
DPRD Bantul ingatkan pengelolaan retribusi Parangtritis oleh kalurahan harus optimal agar tidak menurunkan PAD sektor pariwisata.
Kendalikan gula darah sejak malam hari dengan kebiasaan sederhana seperti jalan kaki, pola makan tepat, dan tidur cukup. Simak tips lengkapnya.
Harga Pertamax melonjak hingga Rp16.250 per liter. Ekonom Unesa ungkap alasan utama kenaikan dan dampaknya bagi keuangan Pertamina.
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
Masalah jerawat saat pubertas? Simak tips skincare remaja dari dokter, mulai pembersih hingga bahan aktif yang ampuh atasi kulit berminyak.