Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Harianjogja.com, JOGJA—Alokasi kedelai untuk DIY tahap awal sudah disiapkan sebanyak 5.000 ton. Bulog Divre DIY siap distribusikan kedelai impor tersebut ke sejumlah konsumen.
“Kami tinggal menyediakan tempat untuk menampung kedelai tersebut dan mendistribusikannya,” ujar Kepala Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY Awaludin Iqbal kepada wartawan, Senin (23/9/2013) di kantornya.
Iqbal mengungkapkan alokasi kedelai dari pusat untuk DIY sudah disiapkan. Namun, realisasinya masih belum pasti. Karena hingga saat ini Bulog Divre DIY masih mencarikan gudang untuk menampung kedelai-kedelai impor tersebut.
“Kalau alokasi dari pusat untuk DIY, tahap awalnya 5.000 ton yang sudah diberikan,” ujar Iqbal.
Selama ini konsumen terbesar kedelai adalah para perajin tahu dan tempe. Tidak dipungkiri alokasi komoditas ini terbesar akan menyasar para perajin ini.
Setidaknya di DIY terdapat 2.400 perajin tahu tempe saat ini. Sementara kebutuhan kedelai setiap bulannya mencapai 2.600 ton untuk DIY.
“Nanti kalau tempatnya sudah ada akan langsung kami distribusikan ke para perajin tempe tahu di DIY,” tegas Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Prabowo menegaskan penguatan TNI untuk menjaga wilayah Indonesia dan menghadapi ancaman siber, disinformasi, hingga penyelundupan kekayaan negara.
Kebakaran Transhome Sleman dinyatakan selesai setelah Damkar memeriksa seluruh bangunan, termasuk basement yang sempat bersuhu tinggi.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.