Mendagri Soroti Tim Sukses Jadi Honorer, Bebani APBD Daerah
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
Ilustrasi pementasan teater (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA—Apa jadinya bila naskah Kapai-kapai karya Arifien C Noer dipentaskan menggunakan bahasa Jawa bukan bahasa Indonesia? Inilah yang akan dilakukan Kalanaru Theatre Movement saat tampil di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl. Sriwedani pada 16-18 Oktober nanti.
Dalam pentas berdurasi selama 90 menit ini, Kalanaru Theatre Movement akan berkolaboroasi dengan pemain Sanggar Bangun Budaya asal, Dusun Sumber, Magelang, yang kesehariannya bersinggungan dengan seni tradisi.
"Kami sengaja memilih bahasa Jawa supaya naskah itu bisa mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat," kata Ibed Suyana Yuga, sutradara Kalanaru Theatre Movement, Senin (23/9/2013).
Hanya saja, penggunaan bahasa Jawa, kata Ibed bukan tanpa kendala. Pasalnya, tidak semua naskah asli Kapai-kapai bisa di ubah ke Bahasa Jawa. Ibed mencontohkan, kalimat cermin tipu daya yang dalam bahasa Jawanya sulit untuk dicari padanan katanya. "Namun, mau tidak mau kami harus mencarinya," ucapnya.
Naskah Kapai-kapai dibuat 1970 silam. Naskah yang pernah menjadi salah satu karya dalam antologi seratus tahun drama Indonesia ini dipilih Kalanaru Theatre Movement karena menggambarkan potret sosial bangsa Indonesia saat ini. Dimana para pemimpin masih saja mementingkan syahwat politik kendati harus melukai rakyatnya.
"Harapannya, pentas ini bisa menjadi kontrol dan edukasi bagi penonton untuk kritis dengan kebijakan penguasa," katanya.
Ibed menyebut naskah yang ia mainkan ini sebagai bentuk gerakan budaya dalam menerapkan teater sebagai pintu masuk untuk mempelajari, mengintepretasi, lalu mempresentasikan kebudayaan suatu masyarakat.
Menurutnya, hal ini tidak banyak dilakukan kelompok teater di Jogja yang hanya menjadikan teater sebagai pertunjukan saja. "Karena teater bukan sekadar melakukan kerja namun jaga harus memiliki visi dan misi yang luhur dalam mengembangkan kebudayaan masyarakatnya," ucapnya.
Pentas Kapai-kapai secara garis besar berkisah tentang tokoh Abu yang berusaha mencari cermin tipu daya. Dengan segala cara ia berusaha mendapatkan cermin yang digambarkan mampui memberi kebahagiaan bagi siapa saja yang memilikinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian menyoroti banyak tim sukses masuk tenaga honorer hingga membebani APBD dan meningkatkan belanja pegawai daerah.
DPRD Bantul ingatkan pengelolaan retribusi Parangtritis oleh kalurahan harus optimal agar tidak menurunkan PAD sektor pariwisata.
Kendalikan gula darah sejak malam hari dengan kebiasaan sederhana seperti jalan kaki, pola makan tepat, dan tidur cukup. Simak tips lengkapnya.
Harga Pertamax melonjak hingga Rp16.250 per liter. Ekonom Unesa ungkap alasan utama kenaikan dan dampaknya bagi keuangan Pertamina.
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
Masalah jerawat saat pubertas? Simak tips skincare remaja dari dokter, mulai pembersih hingga bahan aktif yang ampuh atasi kulit berminyak.