Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, GODEAN- Kerjasama bidang pengelolaan sampah Pemkab Sleman, Indonesia dengan Pemerintah Kota Boras, Swedia mulai terealisasi. Realisasi kerja sama ini sebagai tindak lanjut kunjungan Bupati Sleman ke Kota Boras beberapa waktu lalu.
Langkah awal, dua utusan dari Boras dikirim ke Sleman untuk menggali data, Selasa (24/9/2013), salah astunya di Bank Sampah Griya Sapu Lidi di Perum Gumuk Indah, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean. Mereka adalah Linda Eliasson dari Boras Energy and Environmant dan Inge Johansson dari SP Technical Research Institute.
Salah satu pengelola bank sampah Griya Sapu Lidi, Erwan Widyarto mengatakan pengelolaan sampah di sini bisa menjadi barang yang bernilai jual lagi. Bahkan ibu-ibu setempat bisa meminjam uang dan mengembalikan dalam wujud sampah.
“Di sini memang bisa meminjam uang di bank sampah dan nanti membayarnya pakai sampah. Jadi sampah yang masih bernilai itu diberikan harga untuk mengurangi utang yang sudah diterima peminjam,” kata Erwan yang mengaku bank sampah ini mampu menampung sampah milik 140 kepala keluarga.
Bank sampah berawal karena masyrakat prihatin terhadap masalah lingkungan. Banyak sampah terlihat. Lantas ada beberapa orang yang menyediakan uang untuk membeli sampah yang masih bisa didaurulang.
Seiring perjalanan waktu, warga tersebut tidak sanggup menampung dan membeli sampah lalu menyerahkan pengelolaan sampah ke RW. Dari situlah, warga sepakat membentuk Bank Sampah sejak November 2011. Dari menumpang di rumah warga, kini bisa membangun "rumah sampah".
Erwan mengatakan, hingga Juni 2013, Bank Sampah Griya Sapu Lidi berhasil mengelola sampah warga sebanyak 4,399 ton. Dengan total omset penjualan Rp6,3 juta. Keuntungannya mencapai Rp2,4 juta.
“Sampah dijual ke pengepul di bank sampah setiap dua minggu sekali. Sampah yang masih bisa dimanfaatkan dikelola menjadi produk kerajinan tangan,” kata Erwan yang mengatakan untuk residu dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Sleman Ephipana Kristiyani menambahkan bahwa kehadiran delegasi Boras untuk mencari bahan rekomendasi untuk menentukan bantuan yang akan diberikan Pemkot Boras. Rekomendasi bisa dalam bentuk sistem, legalitas, hingga pola pengelolaan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.
SMKN 1 Adiwerna Tegal menjuarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang dan melaju ke Grand Final di Istora Senayan.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.