Viral Koperasi Merah Putih Wonogiri di Tengah Hutan, Ini Faktanya
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Harianjogja.com, BANTUL- Dua ekor sapi milik Jumaini, warga Dusun Ngentak, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul dibanderol harga yang fantastis, yakni Rp83 juta.
Harga tersebut termasuk harga paling tinggi di Bantul. Satu dari dua ekor sapi yang dibanderol Rp83 juta sudah terjual seharga Rp48 juta.
“Yang memiliki berat satu ton kemarin sudah laku dengan harga Rp48 juta. Sedangkan satu ekor yang juga berukuran besar masih kami pertahankan Rp35 juta. Kalau nanti mendekati Lebaran Haji mungkin ada yang membutuhkan akan kami lepas dengan harga itu,” ujar Jumaini saat ditemui Harian Jogja, Rabu (25/9/2013).
Bagi Jumaini, menjul sapi jenis simetal dengan harga Rp48 juta merupakan pengalaman pertama kali sejak menggeluti usaha penggemukan sapi 1990 silam.
Jumaini berkisah sekitar tiga bulan lalu, dirinya mendapat bibit sapi paling berkualitas di Bantul. Sapi itu kemudian dia rawat di kandangnya. Pertumbuhan sapinya itu memang lebih cepat dibandingkan dengan peliharaan lainnya.
“Porsi makannya memang lebih banyak dibanding sapi lainnya. Tapi tetap saya beri sesuai kebutuhan yaitu makanan hijauan secara terus menerus. Akhirnya ada peminat membeli untuk kebutuhan kurban dan sudah saya lepas kemarin,” ujarnya.
Jumaini masih memiliki seekor sapi lain berjenis jumbo yang rencananya akan tetap dipertahankan di harga Rp35 juta. Sapi seberat 700 kilogram itu harus ditempatkan tersendiri karena membutuhkan kandang yang lebih luas dibandingkan sapi lainnya.
Sebelumnya, Jumaini telah menjul 40 ekor sapi. Hewan berkaki empat itu sudah dikirim ke pedagang sapi luar daerah seperti ke Cilegon sepekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video Koperasi Merah Putih Wonogiri viral disebut berada di tengah hutan. Camat Kismantoro menegaskan gerai dekat permukiman warga.
Timnas U19 Indonesia finis peringkat ketiga AFF U19 2026 usai kalahkan Kamboja 1-0. Ini evaluasi dan susunan pemainnya.
UGM memastikan api misterius di Seyegan bukan dari gas alam, melainkan terkait resin PVC yang mudah terbakar.
Kebiasaan mengetik dan main gadget berlebihan bisa picu cedera tangan. Kenali gejala dan cara mencegahnya sejak dini.
Sebanyak 800 personel Polres Sragen disiagakan untuk pengesahan PSHT Sura 2026. Warga diminta kurangi aktivitas malam hari.
Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik delapan pasangan saudara, empat di antaranya membela timnas berbeda.