Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 24 seniman terdiri dari pelukis junior dan profesional menjadi peserta dalam pameran seni rupa bertajuk Secangkir Kopi Manis di Wirogunan Art Gallery, Jl Tamansiswa No 21.
Panitia sengaja menyatukan mereka karena ingin menjadikan pameran ini sebagai ruang berbagi agar seniman yang satu dengan lainnya saling menginspirasi.
"Selama ini di Jogja sangat jarang pameran seni rupa yang sengaja dikonsep untuk menyatukan seniman berbagai genarasi. Seringnya ya yang senior pameran sendiri, dan yang pelajar sendiri," kata Wm Hendrix, koordinator pameran kepada Harian Jogja, Selasa (24/9/2013).
Padahal, kata Hendrix, pelukis muda sejatinya juga memiliki kemampuan yang tidak kalah dan bisa menginsipirasi seniman senior dalam membuat karya. Begitu juga sebaliknya, yang muda pun juga seharusnya menggali banyak kepada pelukis yang lebih matang.
"Karena pada dasarnya setiap orang saling membutuhkan, saling terlibat dan saling ketergantungan antara satu sama lainnya. Karena itulah pameran ini kami lakukan," ujarnya.
Pameran secangkir kopi manis memamerkan sebanyak 42 karya lukis terdiri dari 40 lukisan dan dua karya instalasi. Karya itu dibuat oleh 24 peserta yang terbagi menjadi dua kategori yaitu 14 berasal dari seniman senior seperti Ledek Sukadi, Diyah Yulianti), Dian Anggraini, Boni Setiawan, Timbul raharjo, Wiyono.
Lainnya merupakan seniman junior yang baru saja lulus maupun tengah menempuh studi di SMSR maupun Instistitut Seni Indonesia seperti Heri Laksono, Andi RK, Hari Ndaruwati, Boby, bnu P, Rangga, Wulan DP.
Seluruh peserta, lanjut Hendrix diminta untuk memaknai tema yang telah disepakati yakni secangkir kopi manis. Tema ini kata Hendriz dipilih berdasar seringnya Hendrix bersama sejumlah seniman lainnya nongkrong sembari menyeruput kopi.
"Selama ini kita selalu melihat kopi dari rasanya atau aromanya. Kita tidak pernah melihat riwayat dibalik kopi itu dari siapa petani kopinya atau petani gulanya. Nah, dalam pameran ini kami ajak mereka [Seniman] untuk melihat hal sisi itu yang bisa saja menarik untuk diluas," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.
SMKN 1 Adiwerna Tegal menjuarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang dan melaju ke Grand Final di Istora Senayan.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.