Sudah Dibantu Modal, UMKM di Jogja Tetap Sulit Berkembang

Jumali
Jumali Jum'at, 11 Oktober 2013 09:32 WIB
Sudah Dibantu Modal, UMKM di Jogja Tetap Sulit Berkembang

JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha HASIL KERAJINAN UKM--Sejumlah hasil kerajinan UKM potensi ekspor dipamerkan dalam pertemuan teknis dalam rangka peningkatan daya saing produk kriya UMKM yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (28/6)

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja mencatat banyak usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kota ini tidak memiliki rencana bisnis yang jelas. Akibatnya, UMKM tidak bisa berkembang meski telah diberi insentif permodalan.

Kabid Perindustrian Disperindagkoptan Kota Jogja, Bambang Supriyatno mengatakan di Kota Jogja tercatat ada 22.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, 88 % masih berskala mikro. Sementara dalam hal peningkatan pengelolaan dan produksi baru berjalan 3%.

"Lambatnya peningkatan pengelolaan dan produksi baru itu terjadi karena banyak yang lemah dalam berbagai bidang. Selain modal, peralatan, pemasaran, lemahnya rencana bisnis juga menjadi faktor tak berkembangnya UMKM," katanya, Kamis (10/10/2013).

Untuk itu, lanjut dia, dinas telah berusaha melakukan berbagai usaha seperti memberikan pelatihan, mengikutsertakan para pelaku UMKM ke berbagai pameran, dan pemberian penguatan modal. "Kami kasih modal mereka per kelurahan Rp50 juta," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online