Dari 1.300 UMKM yang Mencapat Pelatihan, 9,3% di Antaranya Gagal

Jumali
Jumali Jum'at, 11 Oktober 2013 09:55 WIB
Dari 1.300 UMKM yang Mencapat Pelatihan, 9,3% di Antaranya Gagal

BI/hal Cap foto Eds 110112 wd File:4mainan 1 BISNIS/WAHYU DARMAWAN Pekerja menyelesaikan pembuatan perangkat gamelan mainan, di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (10/01). Kerajinan mainan anak-anak itu dijual dengan harga Rp3.500 dan Rp6.000 per unit. Data Bank Indonesia menyebutkan 99% pelaku usaha di Indonesia adalah kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menyumbang 56% PDB dan menyerap 97% dari seluruh tenaga kerja Indonesia.

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja menyatakan program pelatihan yang selama ini diberikan untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), dia sudah maksimal.

Kabid Perindustrian Disperindagkoptan Kota Jogja, Bambang Supriyatno mengatakan di Kota Jogja tercatat ada 22.000 UMKM. Dari jumlah tersebut, 88 % masih berskala mikro.

Data dinas mencatat dari 1.300 kelompok yang mendapatkan pelatihan, sebanyak 9,3 % di antaranya gagal. Sisanya berhasil berkembang dan ada yang gagal berkembang.

"Untuk itu kami lakukan pelatihan perencanaan bisnis. Per Juni ini sudah ada 16.000 anggota kelompok yang terfasilitasi dengan pelatihan ini," jelasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Jogja Bagus Sumbarja berharap Pemkot untuk terus melakukan pendampingan terhadap UMKM di wilayahnya. Pihaknya melihat selama ini bentuk pendampingan yang ada perlu ditingkatkan.

"Tidak hanya sebatas pengelolaan keuangan. Selama ini UMKM seperti cuma dikasih modal uang lalu dilepas bagitu saja," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online